Jurnal Geosaintek
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek
<p>Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang diterbitkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dengan <a href="https://drive.google.com/file/d/1gaLkjl9E-iWuXAJCqZyYTTiNOJjscmwf/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)</a>. Terbit pada bulan April, Agustus, dan Desember pada setiap tahunnya. Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga. </p> <p>Jurnal GEOSAINTEK terbit pertama kali dalam versi cetak mulai Vol. 1, No. 1, September 2015 dan Versi <em>online </em>sejak<em> </em>edisi Vol. 1, No. 2, Maret 2016. Jurnal GEOSAINTEK telah terkreditasi<strong> <a href="https://drive.google.com/file/d/1jI65wQxNcSPpwg5go3gEtZaPJIR_phXn/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Sinta 2</a> mulai Volume 9, Nomer 1, Tahun 2023 sampai Vol 13 Nomer 3 Tahun 2027 dengan SK NO. 72/E/KPT/2024.</strong></p> <p><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1450666051" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN:2502-3659</a><br /><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1441339824" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN:2460-9072</a></p>Institut Teknologi Sepuluh Nopemberen-USJurnal Geosaintek2460-9072MONITORING GAG ISLAND DEFORESTATION USING MULTI-TEMPORAL LANDSAT 8 IMAGERY ON GOOGLE EARTH ENGINE
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6534
<p><em>Gag Island, located in Southwest Papua Province, is a conservation area with exceptional terrestrial and marine biodiversity and rich mineral resource potential, particularly nickel. Since commercial nickel mining began in 2018, mining operations have caused significant deforestation due to land clearing for access roads, open-pit mining, and support facilities. The objective of this study is to monitor land cover changes and deforestation rates on Gag Island due to nickel mining activities, using multitemporal Landsat 8 satellite images and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) on Google Earth Engine (GEE) from 2017-2024. The study method includes collecting and preprocessing Landsat 8 Level 2, Collection 2, Tier 1 images in GEE, calculating NDVI, land cover classification based on NDVI values, and calculating deforested areas using QGIS. The study results demonstrate significant changes in land cover, including an increase in non-vegetation areas and a decrease in areas with dense vegetation since 2018. Despite the increase in deforestation, data for 2023-2024 indicate reclamation processes in some areas. Monitoring deforestation and forest cover changes is critical to developing mitigation measures and maintaining ecological balance in the Gag Island mining area. The study results highlight the need to implement sustainable mining practices and active environmental management.</em></p>Sri AningsihAlfikri Dwi Mauluda
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211326227010.12962/j25023659.v11i3.6534ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN DATA HIDROGEOLOGI DI KECAMATAN BABAHROT, PROVINSI ACEH
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8294
<p>Kecamatan Babahrot mempunyai tata gunalahan yang diperuntukkan sebagai area perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Potensi akan terjadinya pencemaran airtanah sangat memungkinkan dikarenakan penggunaan pupuk pada area perkebunan sawit dilakukan secara terus menerus. Kualitas dan kuantitas airtanah menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat airtanah merupakan sumber utama kehidupan makhluk hidup. Studi kerentanan airtanah menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) berdasarkan data resistivitas dan hidrogeologi memiliki peran yang sangat penting dalam studi pencemaran airtanah. Metode GOD dalam studi kerentanan intrinsik airtanah dilakukan pada 3 jenis parameter meliputi tipe akuifer, tipe akuitar, dan kedalaman muka airtanah. Penggunaan metode GOD dilakukan dengan tujuan untuk dapat memetakan zonasi potensi kerentanan airtanah terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil kondisi hidrogeologi di Kecamatan Babahrot memiliki kedalaman muka airtanah sebesar 0,42 hingga 1,58 meter, sedangkan jenis akuifer tergolong kedalam jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan dengan litologi terdiri dari pasir, pasir dan kerikil jenuh. Untuk jenis akuitar dilokasi penelitian berdasarkan data resistivitas diperoleh hasil yaitu lempung pasiran, lempung, dan kerikil sedang. Berdasarkan metode GOD yang telah dilakukan, menunjukkan hasil tingkat kerentanan airtanah di lokasi penelitian termasuk kedalam kategori rendah, tinggi, dan sangat tinggi.</p>Dewi Sartika SartikaBunga RamadhaniRifqan RifqanAkmal MuhniDina GunarsihLia Fitria RahmatillahMuhammad Arief AkbarTika HapsariYoessi Oktarini
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211327128510.12962/j25023659.v11i3.8294PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/3021
<p>Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah. Pengukuran gayaberat itu sendiri, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, juga memiliki ketelitian yang tidak cukup baik. Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi bernama altimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas. Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis misi, salah satunya adalah misi geodetik yang mellintasi Bumi dengan resolusi yang sangat baik dibanding dengan misi lainnya. Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.0 dan yang terbaru, v2.0. Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta sesuai amanat undang-undang. Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding. Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan <em>remove-compute-restore </em>(RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.31.1 dan beberapa data survey <em>shipborne</em>. Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju enomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai RMSE ~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan <em>shipborne.</em> Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik. Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.</p>Zulfikar Adlan NadzirSatrio Muhammad AlifAnita Eka Jayanti
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211328630210.12962/j25023659.v11i3.3021INTEGRASI ANALISIS ELEKTROFASIES DAN SEKUEN STRATIGRAFI DALAM PENENTUAN KUALITAS RESERVOIR LAPANGAN PTR, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/5687
<p>Penelitian ini memfokuskan pada integrasi analisis elektrofasies dan sekuen stratigrafi untuk menentukan kualitas reservoir di Lapangan PTR, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 sumur yaitu P-1, P-2, dan P-3 melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang mengintegrasikan data <em>wireline log</em> dan data <em>cutting</em>. Berdasarkan analisis elektrofasies teridentifikasi tiga pola utama elektrofasies yaitu (1) <em>cylindrical/blocky</em> yang menunjukkan asosiasi fasies <em>distributary channel; </em>(2) pola <em>funnel </em>menunjukkan asosiasi fasies <em>crevasse splay</em> dan <em>mouth bar; dan </em>(3) pola <em>bell</em> menunjukkan asosiasi fasies <em>levee</em> dan <em>tidal channel.</em> Pola-pola tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan di lokasi penelitian berupa <em>Lower Delta Plain – Delta Front </em>dengan pengaruh fluvio-deltaik dan pasang surut<em>.</em> Analisis sekuen stratigrafi mengindikasikan keberadaan empat sikuen pengendapan utama (Sikuen 1 hingga Sikuen 4) yang dibatasi oleh lima zona ketidakselarasan (Z1–Z5), serta terdiri atas beberapa unit sistem pengendapan, yaitu <em>Lowstand System Tract</em> (LST), <em>Transgressive System Tract</em> (TST), dan <em>Highstand System Tract</em> (HST). Reservoir utama diidentifikasi sebagai <em>sand channel</em> dengan rata-rata porositas efektif sebesar 0,182 v/v dan permeabilitas 26,467 mD (kategori baik), serta <em>sand bar</em> dengan porositas efektif 0,177 v/v dan permeabilitas 9,645 mD (kategori cukup). Dengan demikian, reservoir <em>sand channel</em> diidentifikasi sebagai target utama pengembangan hidrokarbon karena memiliki karakteristik penyimpanan dan kemampuan alir yang lebih baik dibandingkan <em>sand bar.</em></p>Hamriani RykaPutri Nur AprilyaEfrina Candra AgustiJamaluddin .Desianto Payung Battu
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211330331910.12962/j25023659.v11i3.5687 POLA RESISTIVITAS TANAH EKSPANSIF PADA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU PADA LOKASI JALAN GADING PLAYEN KABUPATEN GUNUNG KIDUL SEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN BADAN JALAN
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6072
<p> <em>Tanah Ekspansif pada subgrade jalan seringkali menimbulkan masalah dikarenakan sifat kembang susutnya yang tinggi. Sifat kembang susut tersebut terjadi karena perubahan kadar air pada tanah di musim kemarau dan musim hujan. Sifat ekpansifitas dari suatu tanah dapat dilihat diantaranya dengan memperhatikan nilai plastisitas indek (PI) tanah dan tingkat aktifitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola resistivitas dari tanah ekspansif pada pada dua musim berbeda yaitu pada puncak musim hujan dan puncak musim kemarau. Pola resistivitas ini diharapkan nantinya dapat membantu memetakan sebaran tanah ekspansif berdasarkan nilai resistivitasnya. Penelitian dilaksanakan di lokasi Ruas Jalan Gading – Playen Kabupaten Gunung Kidul. Pengukuran di lapangan menggunakan alat geolistrik multichanel dengan konfigurasi Werner Schlumberger dilakukan pengukuran pada tiga lokasi. Pengujian properties tanah dilakukan untuk melihat jenis dan karakter ekspansifitas tanah dengan melakukan uji diantaranya liquid limit, Plastic Limit dan Uji Ukuran Butir. Jenis tanah ekpansif pada lokasi penelitian termasuk tanah lempung dan tanah lanau. Terdapat perbedaan signifikan resistivitas tanah ekpansif pada subgrade jalan pada musim kemarau dan musim penghujan. Nilai resistivitas diatas 247 Ohm.m pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan menjadi sangat turun hingga hampir semua mencapai nilai dibawah 30 Ohm.m. Berbeda dengan tanah yang kemampuan ekspansifitasnya rendah memiliki nilai yang konsisten dibawah 40 Ohm.m baik di musim kemarau maupun musim hujan.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Ekpansif, Hujan , Kemarau, Resistivitas, Tanah</em></p>Daru Jaka SasangkaPranu ArisantoSuhardi SuhardiBhima DhanardonoAbdurrahman Wafi
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211332033010.12962/j25023659.v11i3.6072CALCULATION OF AQUIFER DISCHARGE IN ACEH INDUSTRIAL ESTATE AREA BASED ON VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DATA
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/7835
<p>Planning for groundwater requirements in the Aceh Industrial Area needs a study of the potential existence and types of groundwater. This study analyzes the potential and flow rate of aquifers using the Wenner configuration Vertical Electrical Sounding (VES) method. This method was applied to identify subsurface layers, determine the position and thickness of aquifers, and calculate groundwater flow rates using Darcy's law. Data acquisition was conducted at six measurement points using the ARES instrument. The number of electrodes used is 4, with 2 as current electrodes and 2 as potential electrodes. The electrode spacing applied was 2 meters. The resistivity raw data obtained was processed using EarthImager software to generate a 1D subsurface model.</p>Yurda MarvitaZul FadhliKhaira KhirnicaRidho DestawanT. Putri Melza ChamelaLayna MiskaDina Gunarsih
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211333134110.12962/j25023659.v11i3.7835PEMODELAN TSUNAMI BANYUWANGI DENGAN SOFTWARE COMCOT
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/9049
<p>Tsunami di wilayah selatan Jawa, khususnya Banyuwangi, merupakan ancaman signifikan akibat aktivitas megathrust di Zona Subduksi Sunda. Penelitian ini mengevaluasi kinerja software COMCOT versi 1.7 dalam memodelkan skenario tsunami berdasarkan kejadian historis tahun 1994 di Banyuwangi. Pendekatan <em>nested grid</em> diterapkan dengan data bathimetri dari GEBCO untuk layer 1 (resolusi kasar) dan BATNAS/DEMNAS untuk layer 2 (resolusi halus), untuk mensimulasikan empat skenario sumber gempa seperti bujur, lintang, panjang bidang patahan, lebar bidang patahan, kedalaman patahan, strike, dip, slip dan dislokasi. Hasil simulasi menunjukkan ketinggian gelombang maksimum hingga 12.11 m di wilayah Bandialit sementara di daerah rajekwesi ketinggiannya 10.64 m. Skenario ke-4 memiliki parameter sumber lintang 11 LS, bujur 113.7 BT, panjang bidang patahan 160 km, lebar bidang 40 km, kedalaman patahan 0 km, strike 280<sup>0</sup>, dip 12<sup>0</sup>, slip 90<sup>0</sup> dan dislokasi 18 m. Ketinggian tsunami terhadap data model untuk skenario ke-4 menghasilkan akurasi terbaik dengan nilai RMSE sebesar 1.44088 m dan koefisien korelasi 0.828282, hal ini menandakan kesesuaian yang baik antara model dan observasi. Temuan ini mengonfirmasi reliabilitas COMCOT dalam memprediksi inundasi tsunami dan menyediakan rekomendasi teknis untuk pengembangan sistem peringatan dini, pemetaan zona rawan, serta rencana evakuasi di pesisir selatan Jawa.</p>Hendrik SetyobudiDanar Guruh PratomoKhomsin Khomsin
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211334235210.12962/j25023659.v11i3.9049EVALUATION AND OPTIMIZATION OF NEW GAS WELL DEVELOPMENT TO ENHANCE PRODUCTION PERFORMANCE IN THE ANGGANA FIELD, PERTAMINA HULU INDONESIA ZONE 9, EAST KALIMANTAN
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8996
<p>The Anggana Field, located in Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan, is part of Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zone 9, which manages several mature oil and gas fields in the Mahakam region. The discovery of new gas reserves in Anggana presents an opportunity to enhance production, but the existing surface facilities were primarily designed for oil handling and are limited in gas capacity. This study focuses on the technical optimization of gas transportation from Anggana by using PIPESIM software to simulate network performance and flow assurance under different pipeline configurations. Simulation scenarios were designed to evaluate two configurations: (1) a tie-in to the existing Sanga-Sanga gas network and (2) a dedicated pipeline from Anggana to the Lempake Booster Station. The simulation assesses pressure drop, temperature profile, and flow stability across both systems. Results show that the tie-in configuration increases upstream backpressure and reduces throughput, while the dedicated pipeline provides stable pressure distribution and maintains flow assurance without exceeding design limits. This technical analysis demonstrates that PIPESIM is a reliable tool for evaluating production network performance and supports decision-making in brownfield gas developments.</p>Rahmady RusdiantjeBoni SwadesiNur Suhascaryo
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211335336410.12962/j25023659.v11i3.8996HYDRAULIC FRACTURING DESIGN AND GROSS SPLIT ECONOMIC ANALYSIS USING FRACCADE FOR TIGHT OIL RESERVOIR: 10-YEAR PRODUCTION WELL FORECAST SIMULATION
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8947
<p><em>This study evaluates the technical and economic feasibility of hydraulic fracturing in a tight oil reservoir using FracCADE simulation. A comparative analysis between fractured and unfractured wells was conducted, followed by a 10-year production forecast using decline curve analysis and an economic evaluation under Indonesia’s gross split contract scheme. The results demonstrate that optimized hydraulic fracturing significantly enhances well productivity and project economics, although financial performance remains sensitive to oil price and total production. </em><em>The optimized HF design achieved a 237 ft fracture half-length and 1,064.5 mD·ft conductivity, with 98% slurry efficiency, anticipating a significantly reduced skin factor. The 10-year forecast projects an initial 300 BOPD for fractured wells, showing a productive decline, while unfractured wells are deemed economically unviable. Economically, the project demonstrates strong feasibility under gross split, with a contractor NPV of 18,563,527.11 USD (at 10% discount rate), an IRR of 28%, a PI of 1.52, and a POT of just 1.64 years. These findings highlight how optimal HF not only significantly boosts production but also ensures robust financial returns, despite sensitivity to production volume and oil price fluctuations.</em></p>Riki DarmaDoni SwadesiHerianto HeriantoSuranto Suranto
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211336537510.12962/j25023659.v11i3.8947SEISMIC SITE QUALITY ASSESSMENT IN NORTH SUMATRA USING SPECTRAL DENSITY ANALYSIS AND MACHINE LEARNING-BASED CLUSTERING
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8720
<p><em>Seismic noise strongly influences the accuracy and reliability of earthquake monitoring, particularly in tectonically active regions such as North Sumatra. This study investigates the quality of seismic stations by analyzing noise characteristics using Power Spectral Density (PSD), Probability Density Functions (PDFs), and machine learning clustering. PSD was computed through the Fast Fourier Transform (FFT) and compared against the New High Noise Model (NHNM) and New Low Noise Model (NLNM) benchmarks. Noise variability was further quantified using PDFs, while fuzzy c-means (FCM) clustering was applied to classify temporal noise patterns. Results from the MUTSI seismic station demonstrate strong diurnal and weekly variability, with horizontal components (SHE and SHN) exhibiting significantly higher noise levels and fluctuations than the vertical component (SHZ). Noise amplitudes peaked during morning hours (06:00–09:00 UTC), correlating with anthropogenic activity, and decreased substantially at night, indicating that optimal recording conditions occur during late evening to early morning. FCM clustering identified five dominant noise regimes, separating stable low-noise baselines from sporadic high-noise anomalies likely associated with human activity or instrumental disturbances. These findings highlight the importance of integrating spectral analysis with clustering techniques to evaluate seismic station performance, improve real-time monitoring, and guide optimal site selection and operational scheduling for earthquake detection.</em></p>Triya FachriyeniKatherin IndriawatiKevin W. PakpahanIrfan RifaniAnne M. M. SiraitYusran AsnawiHendro NugrohoAndrean V. H. Simanjuntak
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211337638710.12962/j25023659.v11i3.8720IDENTIFIKASI MISORIENTATION SENSOR SEISMOGRAF BMKG MENGGUNAKAN METODE P-WAVE PARTICLE MOTION: STUDI DI PULAU SUMATERA BAGIAN UTARA
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6563
<p>Analisis polaritas gelombang P dapat digunakan untuk mengevaluasi keakuratan orientasi sensor seismograf. Ketidaktepatan orientasi (<em>misorientation</em>) berpotensi menurunkan akurasi penentuan mekanisme sumber gempa bumi. Penelitian ini menganalisis orientasi sensor seismograf BMKG di wilayah Sumatera bagian utara dengan menggunakan metode <em>P-Wave Particle Motion</em>. Sebanyak 58 sensor berhasil dianalisis secara kuantitatif dan menghasilkan estimasi sudut orientasi aktual. Hasil menunjukkan bahwa sensor memiliki variasi <em>misorientation </em>berkisar antara 1° hingga 46°, dengan 15 sensor di antaranya menunjukkan nilai <em>misorientation </em>signifikan, yaitu RSSM (46°), MASM (28°), PAASI (27°), SLSM (24°), TPTI (23°), GESM dan SKSI (22°), TKSM dan BESM (20°), SMSM (19°), LTSM dan TASI (18°), PDSI (17°), serta PLSI dan KASAI (16°). Temuan ini menunjukkan ketidaksesuaian arah pemasangan sensor terhadap arah utara sejati, yang dapat menurunkan kualitas interpretasi data seismik, sehingga evaluas <em>misorientation </em>sensor berbasis data perlu dilakukan secara berkala guna menjaga reliabilitas data seismik nasional. Penelitian ini merupakan evaluasi sistematis berskala besar pertama terhadap orientasi sensor BMKG di Indonesia dengan memanfaatkan analisis gerak partikel gelombang teleseismik, sehingga memberikan dasar ilmiah penting bagi pengembangan standar kualitas jaringan seismograf di masa mendatang.</p>Chichi NurhafizahPurwadi Agus DarwitoWijayanto WijayantoHendro Nugroho
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211338840210.12962/j25023659.v11i3.6563MINERALOGY AND MICROSTRUCTURE OF RANTAU DEDAP'S GEOTHERMAL RESERVOIR: HYDROTHERMAL ALTERATION INSIGHTS
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8779
<p><em>The Great Sumatra Fault controls the Rantau Dedap geothermal system in South Sumatra. It is a high-temperature volcano-tectonic system. This study presents a comprehensive mineralogical and microstructural examination of core samples from three deep wells (UJ-A1, UJ-B1, and UJ-C1) at depths ranging from 1,840 to 2,313 m, aiming to elucidate hydrothermal alteration and its impact on reservoir quality. X-ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS) analyses demonstrate a distinct propylitic alteration zonation correlated with increasing depth and temperature. UJ-A1 (1840 m) is mainly made up of oligoclase, microcline, and quartz. UJ-B1 (2142 m) is mainly made up of oligoclase-quartz. UJ-C1 (2313 m) is mainly made up of anorthite-quartz with more iron. Anorthite, a calcium-rich plagioclase that stays stable above 280 °C, is found at greater depths. This means that the area is close to a major upflow zone. SEM microstructural analysis reveals hydrothermal breccia textures, characterized by angular fragments within a matrix of secondary minerals, and indicates secondary porosity resulting from mineral alteration. These characteristics suggest that hydraulic brecciation resulting from tectonic activity is essential for the creation and preservation of reservoir permeability. The reservoir's potential is enhanced because it lacks smectite-type clays, which typically block pores. In general, these results indicate that Rantau Dedap is a structurally controlled upflow zone characterized by deep mafic lithologies. The anorthite-quartz assemblage stands out as a key sign for future high-temperature geothermal exploration.</em></p>Welayaturromadhona WelayaturromadhonaFirman Sauqi Nur SabilaMauliate Agustinus Hamonangan SihotangLuthfi Rindra SalamFifi Izzati
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211340341810.12962/j25023659.v11i3.8779ANALISIS SEKATAN SESAR PADA SEGMEN ZONA SESAR LEMATANG CEKUNGAN SUMATERA SELATAN: IMPLIKASI TERHADAP MIGRASI HIDROKARBON
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/9396
<p>Sesar Lematang merupakan salah satu struktur utama di Cekungan Sumatera Selatan yang berperan penting dalam mengontrol pola deformasi, sedimentasi, dan sistem petroleum. Sesar Lematang berfungsi sebagai batas morfotektonik aktif yang terbentuk sejak fase ekstensional Eosen–Oligosen dan mengalami reaktivasi pada fase kompresi Miosen–Plio-Plistosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerangka struktur dan mengevaluasi kemampuan sekatan (<em>fault sealing capacity</em>) Sesar Lematang berdasarkan integrasi data seismik 2D, data sumur, dan analisis petrofisika. Metode yang digunakan meliputi interpretasi seismik struktural untuk menentukan bidang dan geometri sesar, analisis petrofisika untuk menghitung kandungan lempung (<em>Vshale</em>), serta perhitungan <em>Shale Gouge Ratio</em> (SGR) guna menilai kemampuan sekatan sesar. Hasil perhitungan menunjukkan nilai SGR berkisar antara 47–61% dengan rata-rata sekitar 54%. Kombinasi kedua parameter tersebut. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmen-segmen Sesar Lematang berpotensi membentuk perangkap bertipe <em>fault-bounded</em> dan perangkap kombinasi stratigrafi-struktural yang baik bagi akumulasi hidrokarbon. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kerangkas struktur dan perilaku sekatan Sesar Lematang menjadi aspek penting dalam strategi eksplorasi dan pengembangan migas di Cekungan Sumatera Selatan</p>Shinta Ayu PuspitaBenyamin SapiieIndra GunawanAveliansyah Aveliansyah
Copyright (c) 2025 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211341942610.12962/j25023659.v11i3.9396SEISMOTECTONIC STUDY OF THE SIBOLANGIT, NORTH SUMATRA REGION BASED ON DOUBLE-DIFFERENCE RELOCATION
https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/8722
<p><em>Sumatra is one of the most seismically active regions in the world due to the oblique convergence between the Indo-Australian and Eurasian plates, where strain is partitioned between the Sunda megathrust and the Great Sumatran Fault (GSF). While most seismicity in North Sumatra occurs along mapped strands of the GSF, several damaging earthquakes have occurred outside known fault zones, raising critical questions about hidden seismogenic structures. This study investigates the seismotectonic framework of the Karo region, with a focus on the 2017 Karo earthquake (Mw 5.6), using the double-difference relocation method. A dataset of local earthquakes recorded by the Indonesian Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG) was analyzed to refine hypocenter locations, reduce uncertainties, and identify seismic clusters. Relocation results significantly improved spatial resolution, reducing average location errors to less than 3 km, and revealed clustered seismicity along a northwest–southeast trending structure offset from the Renun Fault. Depth cross-sections indicate brittle faulting within the upper crust (5–12 km), and the aftershock alignment suggests the presence of an unmapped subsidiary fault accommodating dextral shear. Comparisons with similar studies across Sumatra and Java confirm that off-fault seismicity is a common but often overlooked contributor to regional hazard. These findings underscore the importance of integrating relocated seismicity into national hazard models to account for hidden faults. By providing improved fault geometry and seismotectonic insights, this study enhances the understanding of earthquake sources in North Sumatra and supports future efforts in seismic hazard mitigation and disaster risk reduction in one of Indonesia’s most vulnerable regions.</em></p>Nesia S. MarbunAulia A. AisjahAnne M. M. SiraitYusran AsnawiHendro NugrohoAndrean V. H. Simanjuntak
Copyright (c) 2026 Jurnal Geosaintek
2026-01-022026-01-0211342743710.12962/j25023659.v11i3.8722