Perbandingan Pengelolaan Rusunawa: Pemilik, Penghuni, Pengelola, Pembiayaan, Luas Unit, Tarif dan Fasilitas

Penulis

  • Arry Widya Purnamasari Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya
  • Ria Asih Aryani Soemitro Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya
  • Hitapriya Suprayitno Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya

Kata Kunci:

manajemen infrastruktur, Rusunawa, penghuni, pembiayaan tarif, fasilitas

Abstrak

Selain pangan dan sandang, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar (basic needs) bagi kehidupan manusia. Terbatasnya lahan dan beragamnya aktivitas masyarakat di perkotaan membutuhkan suatu strategi dalam rangka efisiensi penggunaan lahan, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur rumah susun. Di Kota Surabaya terdapat beberapa rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dibangun di atas tanah aset pemerintah dengan pola pengelolaan yang berbeda-beda, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan dalam pengelolaan Rusunawa. Hasilnya terdapat beberapa perbedaan antara lain berdasarkan penghuni terdapat 3 kelompok sasaran yaitu: MBR, MBMB dan masyarakat Umum, dimana pembiayaan pembangunan Rusunawa dapat menggunakan APBD/APBD maupun menggunakan kerjasama pemerintah dan swasta. Rusunawa yang dibangun untuk MBR dan MBMB memiliki luas unit hunian yang seragam pada tiap towernya antara 18m2 hingga 24 mdengan tarif yang disubsidi oleh pemerintah serta penyediaan fasilitas yang sederhana. Sedangkan, Rusunawa untuk masyarakat umum dalam satu tower memiliki luasan unit hunian yang bervariasi dari 18m2 hingga 48m2 dengan pengenaan tarif komersial serta didukung tersedianya berbagai fasilitas penunjang yang beragam dari jenis dan fungsinya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-06-20