Perencanaan Pembangunan Angkutan Umum Massal Light Rail Transit (LRT) di Kota Semarang, Jawa Tengah
Kata Kunci:
manajemen infrastruktur, trase, geometrik, BOK, tarifAbstrak
Seperti yang tertuang pada Peraturan Daerah Kota Semarang No.6 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2016-2021 dengah arah kebijakan pengembangan sistem angkutan umum massal berbasis rel, demi terwujudnya pelayanan transportasi yang efektif dan efisien. Sehingga dibuat perencanaan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Semarang untuk mengurangi kemacetan di Kota Semarang sekaligus untuk meningkatkan manajemen infrastruktur massal di Kota Semarang. Metodologi penelitian dalam penelitian ini menggunakan data sekunder untuk merencanakan trase dan perencanaan geometrik berupa alinemen horizontal dan alinemen vertikal kemudian menghitung besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan tujuan untuk dapat menentukan besarnya tarif LRT Semarang. Perencanaan LRT Semarang untuk koridor 9 dengan trase Bandara Ahmad Yani – Madukoro – Pasar Bulu – Cokroaminoto – Simpang Lima dengan panjang lintas 8,1 km. Terdapat 6 lengkung horizontal dan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Total biaya operasional LRT semarang adalah sebesar Rp 7.017.697,77 / lintas, kemudian besarnya tarif dasar lintas pelayanan sebesar Rp 1.784,68 pnp/km dan untuk tarif jarak sebesar Rp 14.455,93 / lintas.