Keberlanjutan Infrastruktur Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel dalam Upaya Zero Waste untuk Pedagang Kecil

Isi Artikel Utama

Imroatus Sholikhah
Antonio Kusuma
Haidar Hafizh
Ahmad Zakhi Mubaroq
Kesya Ivana Kasamira
Muhammad Ridho Marsono
Ariyanti Sarwono
I Wayan Koko Suryawan

Abstrak

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak tumbuhan atau lemak hewan. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar di Indonesia adalah dengan menggunakan biodiesel. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan biodiesel. Tujuan dari studi ini adalah menganalisa potensi dan kebutuhan infrastruktur untuk konversi minyak jelantah yang dihasilkan oleh para pedagang menjadi listrik. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah metode kuantitatif berbasis data survei dan studi literatur untuk mengkonversi minyak jelantah menjadi biodiesel. Berdasarkan data hasil survei dari responden, didapatkan hasil konversi minyak jelantah menjadi biodiesel sebesar 0,66 Lbiodiesel/hari. Pengolahan dan penggunaan biodiesel ini dapat menggantikan biaya penggunaan lampu 15 W selama ±10 hari sebesar Rp3.655/2 orang.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sholikhah, I., Kusuma, A., Hafizh, H., Zakhi Mubaroq, A., Ivana Kasamira, K., Ridho Marsono, M., … Koko Suryawan, I. W. . (2025). Keberlanjutan Infrastruktur Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel dalam Upaya Zero Waste untuk Pedagang Kecil. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 7(4), 259–266. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/jmaif/article/view/8142
Bagian
Articles