Perencanaan Pengembangan Fasilitas Ruang Tunggu Berdasarkan Incremental Innovation Pada Terminal Bus Bekasi

Isi Artikel Utama

Ananda Suherlan

Abstrak

Terminal bus merupakan aset publik yang termasuk dalam transportasi darat massal. Ruang Tunggu pada Terminal Bus Bekasi belum memenuhi kriteria dan standar kondidi ruang tunguu yang seharusmya. Proyek ini bertujuan untuk merancang pengembangan ruang tunggu berdasarkan dimensi safety dan applicability, serta menghasilkan estimasi biaya pembongkaran dan pembangunannya. Metode yang digunakan yakni deskirptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilengkapi blueprint. Teknik pengumpulan data menerapkan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan benchmarking. Teknik analisis data yang digunakan yaitu memperhitungkan teknis bangunan dan estimasi biaya yang diperlukan dalam proyek. Hasil proyek meliputi (1) Hasil rancangan pengembangan aset berdasarkan dimensi safety dan applicability dengan indicator design, luas ruang tunggu, tempat duduk, petunjuk arah serta daya tarik dan menggunakan incremental innovation pada setiap indicator; (2) Estimasi biaya proyek sebesar Rp.999.678.000 pada tahun 2024. Laporan proyek ini disertai dengan luaran proyek yang terdiri dari video ilustrasi design ruang tunggu dalam bentuk tiga dimensi dan buku laporan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Suherlan, A. (2026). Perencanaan Pengembangan Fasilitas Ruang Tunggu Berdasarkan Incremental Innovation Pada Terminal Bus Bekasi. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 9(1), 17–28. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/jmaif/article/view/9376
Bagian
Articles
Biografi Penulis

Ananda Suherlan, Politeknik Negeri Bandung

Terminal bus merupakan aset publik yang termasuk dalam transportasi darat massal. Ruang Tunggu pada Terminal Bus Bekasi belum memenuhi kriteria dan standar kondidi ruang tunguu yang seharusmya. Proyek ini bertujuan untuk merancang pengembangan ruang tunggu berdasarkan dimensi safety dan applicability, serta menghasilkan estimasi biaya pembongkaran dan pembangunannya. Metode yang digunakan yakni deskirptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilengkapi blueprint. Teknik pengumpulan data menerapkan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan benchmarking. Teknik analisis data yang digunakan yaitu memperhitungkan teknis bangunan dan estimasi biaya yang diperlukan dalam proyek. Hasil proyek meliputi (1) Hasil rancangan pengembangan aset berdasarkan dimensi safety dan applicability dengan indicator design, luas ruang tunggu, tempat duduk, petunjuk arah serta daya tarik dan menggunakan incremental innovation pada setiap indicator; (2) Estimasi biaya proyek sebesar Rp.999.678.000 pada tahun 2024. Laporan proyek ini disertai dengan luaran proyek yang terdiri dari video ilustrasi design ruang tunggu dalam bentuk tiga dimensi dan buku laporan.