Dinamika Multikultural Masyarakat Kota Surabaya

Isi Artikel Utama

Soedarso
Muchammad Nurif
Sutikno
Windiani

Abstrak

Penelitian ini berujuan untuk menjelaskan kondisi dan faktor-faktor penyangga dari
suatu masyarakat multikultur khususnya di Kota Surabaya.Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif yakni melalui studi literatur, penyebaran
kuesioner dan interview mendalam.Penelitian ini menggunakan sample 5 lokasi
kampung di Surabaya yang mewakili seluruh wilayah baik pusat, selatan,
timur,utara dan barat yakni kampung Plampitan, Ketintang, Medokan Ayu, Kenjeran
dan Manukan Lor. Kesimpulan hasil penelitian ini antara lain bahwa kondisi
kampung-kampung di Surabaya selama ini telah hidup secara multikultural; antar
warga tidak lagi membedakan secara diskriminatif persoalan etnis, agama dan
tingkat kesejahteraan sosial di antara sesama warganya, dapat hidup rukun dan
berdampingan satu sama lain. Kondisiini disebabkan antara lain karena faktor
sejarah yang panjang serta kesediaan menerima perbedaan sebagai sebuah
keniscayaan kehidupan kemasyarakatan.Pemerintah kota Surabaya juga
mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung berbagai kegiatan
kebersamaan di lingkungan warga seperti adanya taman-taman kota, pusat kuliner,
kegiatan senam pagi lansia, organisasi kepemudaan Sinoman. Modal kultural dan
sosial baik yang tumbuh dari masyarakat maupun yang diupayakan melalui usahausaha pemerintah merupakan faktor penting yang memungkinkan tetap bertahan
dan semakin berkembangnya multikulturalisme warga masyarakat Kota Surabaya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Soedarso, Muchammad Nurif, Sutikno, & Windiani. (2025). Dinamika Multikultural Masyarakat Kota Surabaya. Jurnal Sosial Humaniora, 6(1), 62–75. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/2936
Bagian
Articles