MEMAHAMI DAN MEMPERLAKUKAN LINGKUNGAN DENGAN KACA MATA FILSAFAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hal yang sering menjadi problematika dan bahan diskusi panjang adalah masalah
kelestarian alam. Permasalahan ini sangat berkaitan dengan sikap manusia
terhadap alam; bagaimana manusia seharusnya memahami dan bersikap terhadap
alam dan lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang ingin dikaji dan diteliti untuk
menemukan jawabannya. Kajian ini menggunakan pendekatan filsafat dari
pemikiran para tokoh filsafat modern. Hasilnya: Prinsip Pansubyektifitas
Whitehead, Wahdat al-wujud (makhluk) Mulla Shadra, dan Kesatuan ego (individu)
Iqbal hendaknya dapat menjadi dasar untuk menumbuhkan kesadaran setiap
pribadi manusia sebagai sama-sama subyek dengan unsur-unsur alam yang lain,
sehingga tidak ada sikap semena-mena yang eksploitatif terhadap alam dan
lingkungan, karena hal itu dapat mengakibatkan ketidakharmonisan general
(disharmoni global). Ketika manusia menganggap bahwa lingkungan (alam) di
sekitarnya adalah obyek, maka dapat memberi konotasi manusia boleh melakukan
eksploitasi sesuka hati terhadap alam. Akan tetapi jika manusia menyadari bahwa
seluruh unsur alam ini adalah sesama makhluk, sesama individu, dan sama-sama
subyek yang saling terkait, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk boleh
berbuat ketidakadilan (dhalim) dan kerusakan terhadap alam.