JATI DIRI BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI TEKNOLOGI INFORMASI

Isi Artikel Utama

Marsudi

Abstrak

Jati diri bahasa, selain dipengaruhi kemasifan penggunaanya, juga didukung oleh
kemampuan bahasa dalam mengungkapkan fenomena baru yang berkembang.
Bahasa secara filosofis adalah pengungkapan manusia atas realitas melalui
simbol-simbol. Berarti, eksistensi bahasa Indonesia sangat tergantung pada
tingkat keberhasilan mengembangkan bahasa, misalnya menciptakan kosa kata
dan istilah-istilah baru, baik penyerapan kosa kata bahasa daerah maupun asing
semakin digiatkan. Bahasa Indonesia harus mampu menjadi bahasa ilmu
pengetahuan dan teknologi. Mengingat saat ini, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di era global, terutama teknologi informasi sangat
cepat.
Suatu upaya yang sangat logis apabila bahasa Indonesia diberdayakan guna
memenuhi kebutuhan alat komunikasi dalam arus globalisasi dengan melakukan
pengembangan bahasa Indonesia di bidang apapun. Penyerapan bahasa Inggris
ke dalam bahasa Indonesia merupakan keadaan yang tak dapat dielakkan di era
global. Namun, satu hal yang perlu dicatat, jangan sampai situasi ini
mengakibatkan alienasi keberadaan bahasa Indonesia. Sebagai langkah
alternatif, menurut penulis sudah saatnya membangkitkan sikap rasa bangga
pemilik dan pemakai bahasa Indoesia. Rasa bangga ini sebagai salah satu wujud
sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia
selain terjadi penguatan persatuan nasional, jati diri bangsa Indonesia akan
terwujud dan pada akhirnya bahasa Indonesia bisa eksis di era globalisasi
teknologi informasi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Marsudi. (2025). JATI DIRI BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI TEKNOLOGI INFORMASI. Jurnal Sosial Humaniora, 2(2), 133–148. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/2989
Bagian
Articles