PERILAKU DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN SISTEM SANITASI TERPUSAT DI KECAMATAN GUBENG SURABAYA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pertambahan jumlah penduduk berpengaruh pada peningkatan jumlah
limbah domestik yang dihasilkan, sehingga membawa dampak terjadinya
pencemaran lingkungan alam. Salah satu wadah penampung limbah domestik
adalah saluran-saluran drainase. Seringkali pula berfungsi sebagai tempat
buangan limbah dari kegiatan dapur dan kamar mandi beserta tinjanya. Saluran
Kalidami adalah salah satu saluran hulu yang berasal dari 3 buah anak saluran
yakni saluran Pucang Anom Timur, Saluran Pucang Adi, dan Saluran Kertajaya,
yang semuanya itu bermuara di Saluran Kalidami. Kualitas Saluran Kalidami
terkait dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor : 02
tahun 2004, tentang Pengolahan Kualitas air dan Pengendalian Pencemaran Air
sebagai badan air dengan klasifikasi kelas III. Salah satu poko permasalahan
dalam melihat pengelolaan saluran-saluran tersebut adalah peran serta
masyarakat, yang dalam hal ini merupakan kajian dalam penelitian ini.
Peran serta masyarakat terkait dengan bagaimana sikap dan perilaku
masyarakat tersebut terhadap obyeknya. Studi kasus dalam penelitian ini adalah
untuk melihat sejauh mana peran serta masyarakat di sepanjang anak Saluran
Kalidami terhadap pengelolaan limbah cair domestik di sepanjang saluran
drainase tersebut. Tujuan penelitian untuk melihat peran serta masyarakat di
sepanjang saluran tersebut. Penelitian bersifat deskriptif, dengan teknik
penarikan sampling random /acak terhadap sampel penelitian. Metode
pengumpulan data adalah observasi dan survei lapangan, serta wawancara
terbuka maupun wawancara dengan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan
tinkat pemahaman responden positif, demikian pula untuk sikap masyarakatnya.
Namun tidak berhubungan dan berkontribusi terhadap perilaku dan peranserta
masyarakat. Sehingga disimpulkan bahwa aspek ekonomi tidak berkaitan
dengan faktor peranserta masyarakat, namun lebih pada aspek nilai budaya
masyarakat.