Analisis Kuantitatif Mangan (Mn) dan Besi (Fe) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom pada Eucheuma cottonii serta Penilaian Kualitas Air Laut di Pantai Pokko
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pencemaran logam berat di lingkungan pesisir telah menjadi perhatian lingkungan yang serius karena sifatnya yang persisten, toksik, serta kemampuannya untuk terakumulasi dalam organisme laut. Rumput laut, khususnya Eucheuma cottonii, banyak dibudidayakan dan dikonsumsi, sehingga penting untuk mengevaluasi keamanannya terkait kontaminasi logam. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada logam berat non esensial yang bersifat toksik seperti Pb, Cd, dan Hg, sementara perhatian terhadap logam esensial seperti mangan (Mn) dan besi (Fe) masih terbatas, padahal keduanya dapat menjadi berbahaya pada konsentrasi tinggi. Selain itu, penelitian yang secara khusus mengkaji kontaminasi Mn dan Fe pada area budidaya rumput laut, seperti perairan pantai Pokko, masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Mn dan Fe dalam air laut serta dalam jaringan E. cottonii dari Pantai Pokko, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun yang dipilih berdasarkan intensitas aktivitas manusia di sekitarnya dan dilakukan dalam dua periode pengambilan sampel. Konsentrasi logam dianalisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Mn dalam air laut meningkat dari 0,52; 0,37; 0,06; dan 0,03 mg/L menjadi 1,14; 1,09; 1,77; dan 0,60 mg/L. Pada jaringan rumput laut, konsentrasi Mn berkisar antara 83,41; 56,88; 117,25; dan 208,10 mg/kg. Konsentrasi Fe dalam air laut juga meningkat signifikan dari 2,00; 2,13; 1,68; dan 1,01 mg/L menjadi 14,48; 33,45; 3,3; dan 10,10 mg/L, sedangkan pada jaringan rumput laut, konsentrasi Fe berkisar antara 292,56; 5.714,25; 200,46; dan 395,7 mg/kg dan kemudian menjadi 1.615,66; 585,13; 489,98; dan 1.007,38 mg/kg. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kontaminasi Mn dan Fe, sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan untuk menjamin keamanan lingkungan dan kualitas pangan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.