https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/issue/feedSewagati2025-03-12T21:20:12+00:00Prof. Dr. Nurul Jadid, S.Si., M.Sc.nurul.jadid@its.ac.idOpen Journal Systems<p>Nama Jurnal <strong>Sewagati</strong> diambil dari Bahasa Sanskerta. Sewagati berarti <strong><em>pengabdian</em></strong>, yang biasanya dijadikan sebagai nama bagi anak perempuan. Jurnal yang dikelola oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakt (<a href="https://www.its.ac.id/drpm/id/" target="_blank" rel="noopener">DRPM</a>) ITS ini, terbit 6 kali setahun, pada bulan genap. </p> <p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 164/E/KPT/2021, <strong>Sewagati</strong> telah terakreditasi <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/8639" target="_blank" rel="noopener">SINTA</a> Peringkat 4 mulai Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019 sampai Tahun 2026.</span></p> <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/badge/journal?id=8639" target="_blank" rel="noopener">Akreditasi Sewagati</a></p>https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2314Pengolahan dan Pengawetan Hasil Laut dengan Metode Asap Cair di Desa Bagan Serdang2024-10-19T08:53:16+00:00Ayuni Yustiraayuni@usu.ac.idHalimatuddahliana Nasutionhalimatuddahliana@usu.ac.idHamidah Harahaphamidah.harahap@usu.ac.idRenita Manurungrenita.manurung@usu.ac.id<p>Objek pengabdian kepada masyarakat ini adalah para nelayan di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Pengabdian ini berfokus pada proses pengolahan dan pengawetan sumber daya alam hasil laut berupa ikan. Produktivitas ikan yang tinggi di Desa Bagan Serdang mendorong masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan untuk memanfaatkan sumber daya alam hasil laut yang tidak habis terjual dan tidak dimanfaatkan dengan baik melalui proses pengawetan menjadi produk ikan asap yang unggul dan bernilai jual. Selama ini, sumber daya alam hasil laut tangkapan melaut hanya dijual di pasar dan sisanya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja sehingga mencemari ekosistem perairan, hal ini terjadi karena mitra belum memahami bagaimana proses pengolahan dan pengawetan yang tepat untuk sumber daya alam hasil laut, tim pengabdian menawarkan proses pengawetan dengan metode asap cair. Pengolahan dan pengawetan ikan dengan metode asap cair akan menghasilkan produk ikan asap yang tahan dalam jangka panjang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu sosialisasi dan edukasi, pelatihan teknologi pengawetan asap cair, praktik dan pendampingan, penggunaan dan perawatan peralatan, packaging dan labeling kemasan ikan asap. Manfaat yang diperoleh oleh mitra adalah memanfaatkan secara optimal ikan yang tidak dimanfaatkan menjadi produk ikan asap yang bernilai jual, membentuk masyarakat yang mandiri dan kehidupan yang lebih baik, meningkatkan keterampilan kelompok mitra dalam pengolahan dan pengawetan sumber daya alam hasil laut sehingga berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat serta terciptanya ketenteraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat.</p>2025-03-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2508Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang untuk Produksi Pupuk Organik Cair: Studi Kasus Desa Mojoasem, Sidayu, Gresik2025-01-21T21:54:20+00:00Muhammad Bagas Anandabagasananda@gmail.comAmaliya Rasyidaamaliya@its.ac.idSungging Pintowantorosungging@its.ac.idYuli Setiyoriniyuli_setyo@mat-eng.its.ac.idYusuf Pradesarypradesar@its.ac.idRespati Kevin Pramadewandarurespatikevin@its.ac.id<p>Pengelolaan limbah perikanan, khususnya limbah cangkang kerang, merupakan tantangan lingkungan yang signifikan di Mojoasem, Sidayu, Gresik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan inisiasi pembentukan <em>startup</em> untuk memproses limbah tersebut menjadi pupuk organik cair (POC) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi mengenai dampak lingkungan limbah perikanan, pelatihan proses fermentasi limbah menggunakan bioaktivator alami seperti EM4 dan molase, serta praktik langsung produksi POC. Masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dengan antusias bertanya dan berdiskusi terkait proses produksi dan potensi pemasaran POC. Signifikansi dari hasil ini adalah potensi pengurangan limbah organik serta peningkatan pendapatan masyarakat melalui produk lokal. Proyek ini berpotensi memberikan solusi berkelanjutan untuk masalah limbah organik sekaligus memperkuat ekonomi desa Mojoasem.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2591Inovasi Mesin Pencacah Kayu untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Gula Merah Tebu pada UMK Gendis Jaya2025-01-14T09:48:08+00:00Saiful Arifsaiful.arif@polinema.ac.idM Wisnu Arif Sektionowisnuarif@polinema.ac.idAhmad Dony Mutiara Bahtiareditor_sewagati@its.ac.idHiding Cahyonoeditor_sewagati@its.ac.idYulia Puspa Dewieditor_sewagati@its.ac.idFitria Nur Hamidaheditor_sewagati@its.ac.id<p>Gula merah tebu (reddish brown sugar) merupakan komoditas bahan baku pangan untuk kebutuhan konsumsi lokal maupun industri, yang diproduksi skala usaha mikro dan kecil (UMK) Gendis Jaya. Peneningkatkan efisiensi produksi di UMK Gendis Jaya dilakukan dengan penerapan mesin pencacah kayu. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan bahan bakar alternatif yang berukuran seragam, sehingga mendukung kestabilan api selama pemasakan air nira tebu. Hasil implementasi mesin memberikan pengaruh terhadap durasi pemasakan berkurang dari 3 jam menjadi 2,5 jam, dengan peningkatan frekuensi produksi harian dari 4 menjadi 5 kali. Kapasitas produksi meningkat dari 11 kwintal menjadi 12 kwintal per hari. Selain itu, kualitas gula merah menjadi lebih konsisten, dan limbah bahan bakar berkurang hingga 30%. Sosialisasi dan pelatihan pengoperasian mesin diberikan kepada mitra memastikan karyawan UMK Gendis Jaya dapat mengoperasikan alat dengan baik, meminimalisir kesalahan operasional. Implementasi teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk gula merah tebu, tetapi juga mendukung pengembangan industri UMK Gendis Jaya.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2339Iot Smartfarming untuk Pertanian Bawang Merah di Desa Kare, Kabupaten Madiun2024-12-22T04:44:22+00:00Henning Ciptaningtyashenning.its@gmail.comRaden Venantius Hari Ginardihari@its.ac.idAunurohim Aunurohimaunurohim@its.ac.idRidho Rahman Hariadiridho@its.ac.idAchmad Aushaf Amrega Hisyamrtpamrega@gmail.comHaffif Rasya Fauzihaffifrasyafauzi@gmail.comMuhammad Naufal Pasyanaufal2405@gmail.comIlhan Ahmad Syafailhanahmadsyf@gmail.comM. Januar Eko Wicaksonomjanuarekow95@gmail.comRehana Putri Salsabillarehanaputri814@gmail.comMuhammad Harvian Dito Syahputraharviandito20@gmail.comAwang Fradityaruusack26@gmail.com<p>Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bawang merah terbesar di dunia, namun proses pemeliharaan tanaman bawang merah masih mengalami kendala, terutama dalam hal efisiensi sistem pengairan. Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi yang dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan melalui sistem pemantauan dan pengendalian otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem IoT yang terintegrasi dengan aplikasi mobile untuk membantu petani di Desa Kare, Kabupaten Madiun dalam mengelola kebutuhan air tanaman bawang merah secara lebih efektif. Sistem ini menggunakan sensor BME280 yang terhubung ke ESP32 melalui jaringan Wi-Fi untuk memantau suhu dan kelembapan lingkungan, yang selanjutnya digunakan untuk mengendalikan katup solenoid guna mengatur pengairan secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman. Aplikasi <em>mobile</em> dibangun menggunakan Flutter dan menyediakan fitur <em>dashboard</em> yang memungkinkan petani memantau data secara <em>real-time</em>. Pengujian sistem dilakukan melalui <em>user acceptance testing</em> dan <em>device compatibility testing</em> untuk memastikan integrasi dan kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu membantu petani dalam pengelolaan irigasi yang efisien dan menjaga kualitas tanaman, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas serta hasil panen. Temuan ini penting sebagai langkah awal dalam pengembangan pertanian cerdas yang lebih berkelanjutan di Indonesia.</p>2025-03-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2573Pelatihan Penggunaan Spherometer Bagi Siswa SMAN 1 Plaosan Magetan: Mengenal Manfaat Praktis Fisika melalui Eksperimen2025-01-16T13:03:59+00:00Sudarsono Sudarsonosudars29@gmail.comGatut Yudoyonogyudoyono@physics.its.ac.idFahmi Astutifahmistt09@gmail.com<p>Pemahaman tentang optik sangat penting bagi siswa SMA karena materi ini tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga memberikan banyak manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Konsep optik salah satunya akan lebih mudah dipahami melalui pelaksanaan eksperimen dimana siswa belajar cara menganalisis fenomena berdasarkan hukum fisika melalui serangkaian pengukuran. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Departemen Fisika ITS menyelenggarakan pelatihan penggunaan <em>spherometer</em> bagi siswa SMAN 1 Plaosan Magetan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menggunakan <em>spherometer</em> sebagai alat untuk menentukan jari-jari kelengkungan lensa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Plaosan Magetan, dengan peserta siswa kelas XI. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dimulai dengan penjelasan teori tentang prinsip kerja <em>spherometer</em>, demonstrasi penggunaan alat, serta praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu memahami cara kerja <em>spherometer </em>dan mengaplikasikannya untuk mengukur jari-jari kelengkungan lensa dengan akurasi yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan minat siswa terhadap fisika dan pemanfaatan alat-alat laboratorium. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang mendukung penguasaan materi fisika secara aplikatif. Siswa tidak hanya mengembangkan pemahaman akademik tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan rasa ingin tahu tentang perkembangan teknologi. Tim pengabdi akan mengadakan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas pelatihan dan mengembangkan metode pelatihan yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan ilmu fisika terutama di SMAN 1 Plaosan sebagai keberlanjutan kegiatan ini.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2641Pemanfaatan Minyak Jelantah Pada Pembuatan Lilin Aromaterapi Di SMP Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri (YPIHM) Darul Ilmi Medan2025-02-04T10:17:32+00:00Sri Zahrani Dwi Mauliyah Parindurisrizahrani@usu.ac.idRenita Manurungeditor_sewagati@its.ac.idAyuni Yustiraeditor_sewagati@its.ac.idNurul Atikaheditor_sewagati@its.ac.id<p>Pengabdian kepada masyarakat dengan skema kemitraan ini dilaksanakan di SMP Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri (YPIHM) Darul Ilmi Medan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa dalam pemanfaatan minyak jelantah, yang selama ini hanya dibuang ke saluran air dan mencemari ekosistem lingkungan perairan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai jual, yaitu lilin aromaterapi. Dalam pengabdian ini, kelompok mitra dilatih mengenai proses pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang unik dan memiliki nilai jual. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering tidak dimanfaatkan kembali. Manfaat dari kegiatan ini adalah menghasilkan lilin aromaterapi yang dapat meningkatkan taraf kehidupan mitra, menciptakan kemandirian sejak dini, serta mendorong rasa wirausaha dalam diri siswa untuk menciptakan ide-ide baru. Kegiatan workshop berjalan dengan baik, terlihat dari antusiasme tinggi siswa dan guru. Kegiatan ini memberikan edukasi tentang ilmu bahan dan kimia organik serta keterampilan praktis dalam produksi lilin aromaterapi, termasuk pencampuran aroma dan pencetakan. Keberlanjutan program dilakukan dengan pendataan siswa yang telah mengimplementasikan pemanfaatan minyak jelantah serta mendirikan unit usaha kecil di sekolah untuk produksi dan penjualan lilin aromaterapi sebagai bagian dari kewirausahaan siswa.</p>2025-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2432Penerapan Teknologi Dancing Water Berbasis Digital Controller Untuk Pengembangan Eduwisata Desa Sokobanah Daya2025-01-09T10:55:10+00:00Sri Wahyunis.wahyuni@trunojoyo.ac.idImamah Imamahi2m@trunojoyo.ac.idFika Hastarita Rachmanfika.rachman@trunojoyo.ac.id<p>Desa Sokobana Daya adalah desa yang terletak di kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur. Desa ini merupakan salah satu desa binaan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang dan direncanakan untuk menjadi salah satu EduWisata di kabupaten Sampang. EduWisata berbasis teknologi adalah konsep wisata yang akan diterapkan untuk menarik minat wisatawan potensial seperti Gen Z. Iklim madura yang panas namun memiliki sumber air yang cukup, teknologi <em>dancing</em> <em>water</em> berbasis <em>digital controller </em>adalah teknologi yang tepat digunakan sebagai eduwisata. Wisatawan akan diberikan hiburan air mancur yang dapat bergerak seperti menari, disertai pembelajaran mengenai pengenalan konsep mekatronika sederhana dalam pengaturan gerakan dan tinggi air. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa prototype <em>dancing water</em> yang merupakan miniatur pemanfaatan teknologi untuk menarik wisatawan dan dapat memperkuat identitas Desa Sokobana Daya sebagai destinasi pariwasata dan pendidikan berbasis teknologi. Hasil penerapan inovasi ini telah diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang dan diharapkan akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagatihttps://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2585Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Eduwisata di Kawasan Kalurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman untuk Meningkatkan Minat Belajar Biologi dan Fisika Pada Siswa SMP dan SMA2025-01-11T23:27:30+00:00Lucky Putri Rahayulucky@eea.its.ac.idMelania Suweni Muntinimelania@its.ac.idTutik Nurhidayatitutik@its.ac.idTriono Bagus Saputrotrionobsaputro@bio.its.ac.idSuyatno Suyatnokangyatno@its.ac.idLila Yuwanalila@its.ac.idSusilo Indrawatisusilo_i@its.ac.idIim Fatimahiim_f@its.ac.idJoko Priambodojoko.priambodo@its.ac.idLutfir Rahman Aliffiantolrahman@its.ac.idMujtahidatul Alawiyyahmujtahidatul.a@gmail.com<p>Rendahnya minat belajar Biologi dan Fisika di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk "Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Eduwisata di Kawasan Kalurahan Sumbersari" ini mengintegrasikan aplikasi edukatif interaktif dengan program eduwisata yang berfokus pada energi berkelanjutan. Program ini bertujuan meningkatkan minat belajar Biologi dan Fisika melalui aplikasi edukatif interaktif dan eduwisata. Aplikasi ini menyajikan konten menarik dan eksperimental terkait energi terbarukan, seperti PLTS. Dengan kunjungan lapangan, simulasi, dan workshop, program ini diharapkan meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan minat siswa. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi dan Fisika, serta keterlibatan aktif dalam aksi iklim melalui pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal pendidikan berkualitas pada tujuan 4 dan aksi iklim nomor 13. Keberlanjutan program ini akan dijaga melalui kolaborasi dengan pendidik di Desa Moyudan dan masyarakat setempat, sehingga dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang berkelanjutan.</p>2025-03-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Sewagati