Evaluasi Asset Management Maturity Terhadap Persyaratan Iso 55001:2014 Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Peningkatan Manajemen Aset Pada PT PLN (Persero) UP3 Klaten Evaluation Of Asset Management Maturity Against The Requirements Of Iso 55001:2014 As A Developing An Asset Improvement Strategy At PLN (Persero) Up3 Klaten
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan (asset management maturity), mengidentifikasi kesenjangan (gap), serta menyusun rekomendasi peningkatan penerapan sistem manajemen aset berdasarkan ISO 55001:2014 pada PT PLN (Persero) UP3 Klaten. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei menggunakan instrumen Self-Assessment Methodology Plus (SAM+) yang mengacu pada 27 subklausul ISO 55001:2014, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk memperdalam hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan manajemen aset PT PLN (Persero) UP3 Klaten berada pada nilai rata-rata 2,78 yang termasuk dalam Level 2 (Developing). Hasil tersebut menunjukkan bahwa organisasi telah memiliki sistem dan praktik manajemen aset yang berjalan, namun implementasinya belum sepenuhnya konsisten dan terintegrasi pada seluruh aspek yang dipersyaratkan oleh ISO 55001:2014. Dari 27 subklausul yang dinilai, terdapat 18 subklausul berada pada level Developing dan 9 subklausul berada pada level Competent. Subklausul dengan nilai tertinggi adalah 7.2 (Competence) sebesar 3,30, sedangkan nilai terendah terdapat pada subklausul 9.2 (Internal Audit) sebesar 2,20. Hasil gap analysis menunjukkan empat area prioritas yang memerlukan peningkatan, yaitu integrasi data, informasi, dan komunikasi aset; perencanaan berbasis risiko dan pengendalian operasional; tata kelola, sumber daya, kompetensi, dan koordinasi; serta evaluasi kinerja dan optimalisasi aset idle maupun Aset Tetap Tidak Beroperasi (ATTB). Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penguatan konsep single source of truth (SSOT), pengembangan risk register aset yang lebih komprehensif, penguatan audit internal dan tinjauan manajemen, serta penyusunan strategi optimalisasi aset idle dan ATTB guna meningkatkan efektivitas penerapan sistem manajemen aset. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT PLN (Persero) UP3 Klaten dalam meningkatkan kematangan manajemen aset secara berkelanjutan sesuai dengan persyaratan ISO 55001:2014.