Analisis Pembangunan Infrastruktur Jakarta Severage System (JSS) Sebagai Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Solusi Penanganan Pengelolaan Limbah

Isi Artikel Utama

Hana Dwi Windayati
Irika Widiasanti

Abstrak

Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta telah berkembang dengan cepat. Perkembangan kota yang sangat cepat justru tidak diiringi dengan peningkatan sistem pembuangan untuk menangani limbah. Kebutuhan warga masyarakat akan air yang bersih dan air minum juga. Semakin berkembang seiring dengan perluasan wilayahnya dan meningkatnya jumlah penduduknya. Kondisi itu justru bertolak belakang dengan ketersediaan pasokan air baku yang sangat terbatas. Itulah yang menyebabkan kondisi air dan kebersihan di Jakarta menjadi semakin jelek. Pembangunan infrastruktur Jakarta Severance System (JSS) diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengelola air bersih, JSS tidak hanya mengelola air limbah agar tidak mengotori daerah perkotaan yang penduduknya banyak, tetapi juga memproses air limbah tersebut agar bisa digunakan kembali oleh masyarakat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis cara pengelolaan air limbah di perkotaan DKI Jakarta dengan membangun satu infrastruktur berupa teknologi sistem pengolahan air limbah rumah tangga yang terpusat, sehingga air limbah yang ada bisa digunakan kembali oleh masyarakat melalui pembangunan infrastruktur JSS ini. Terdapat 5 zona prioritas dan lokasi IPAL yaitu Zona 1 : Area Waduk Pluit dengan kapasitas 240.000 meter kubik per hari. Zona 2 Kawasan Waduk Muara Angke, Zona 5  Kawasan Waduk Sunter Utara, Zona 6 : Kawasan IPLT Duri Kosambi, Zona 8 Area Waduk Marunda (sedang dalam perencanaan).

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Dwi Windayati, H., & Widiasanti, I. (2026). Analisis Pembangunan Infrastruktur Jakarta Severage System (JSS) Sebagai Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Solusi Penanganan Pengelolaan Limbah. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 10(4), 177–186. https://doi.org/10.12962/j26151847.v10i4.10730
Bagian
Articles