Perencanaan Jalan Lingkar Timur (Ring Road) untuk Evaluasi Kinerja Jaringan Jalan di Kabupaten Ponorogo
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kabupaten Ponorogo sebesar 4,13% per tahun meningkatkan mobilitas sekaligus beban lalu lintas pada ruas jalan utama, terutama di kawasan pusat kota. Kondisi tersebut ditandai dengan penurunan kecepatan perjalanan dari 57 km/jam menjadi 43 km/jam serta peningkatan derajat kejenuhan (V/C Ratio) dari 0,41 menjadi 0,61. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi perjalanan berdasarkan Matriks Asal Tujuan, mengevaluasi kinerja jaringan jalan pada kondisi eksisting tahun 2026 dan tahun rencana 2031, serta mengkaji pengaruh pembangunan Jalan Lingkar Timur terhadap kinerja jaringan jalan. Analisis dilakukan menggunakan model transportasi empat tahap yang meliputi bangkitan, distribusi, pemilihan moda, dan pembebanan perjalanan dengan bantuan perangkat lunak PTV Visum, kemudian divalidasi menggunakan uji GEH. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada skenario Do-Nothing tahun 2031 diperoleh kecepatan rata-rata jaringan sebesar 48,3 km/jam, waktu tempuh total 143,8 smp-jam, dan jarak tempuh total 6.944,1 smp-km. Pada skenario Do-Something, waktu tempuh jaringan menurun menjadi 111,7 smp-jam dan jarak tempuh menjadi 5.326,4 smp-km, meskipun kecepatan rata-rata sedikit menurun menjadi 47,7 km/jam akibat redistribusi arus lalu lintas. Pembangunan Jalan Lingkar Timur mampu mengalihkan perjalanan regional dari pusat kota ke koridor lingkar, sehingga beban lalu lintas lebih merata dan mendukung peningkatan aksesibilitas sesuai RTRW Kabupaten Ponorogo Tahun 2024–2044.
Kata Kunci: Manajemen Infrastruktur, Jalan Lingkar Timur, Kinerja Jaringan Jalan, PTV Visum, Matriks Asal Tujuan