Peningkatan Kualitas Bangunan Ramah Lingkungan pada Gedung Kantor Kecamatan dan Kelurahan Mulyorejo Surabaya

Penulis

  • I Gusti Ngurah Antaryama Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • FX Teddy Badai Samodra Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Asri Dinapradipta Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Ima Defiana Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Erwin Sudarma Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

Kata Kunci:

Bangunan Hijau, Gedung, Kantor Pemerintah, Ramah Lingkungan, Strategi Desain

Abstrak

Pembangunan gedung ramah lingkungan telah digaungkan secara formal di Indonesia melalui peraturan menteri sejak tahun 2015. Untuk mendukung penerapan peraturan ini, pemerintah berinisiasi untuk menjadikan gedung pemerintah menjadi contoh penerapan prinsip bangunan gedung hijau (BGH). Salah satu gedung tersebut adalah  gedung Kementerian PUPR di Jakarta. Upaya ini mendorong gedung-gedung pemerintah lainnya untuk berpartisiapasi dalam perencanaan gedung ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas) ini dilakukan untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan perencanaan bangunan ramah lingkungan. Salah satu gedung kantor kecamatan/kelurahan di Surabaya dijadikan lokus kegiatan abmas. Kegiatan abmas dilaksanakan dengan menggunakan strategi seperti perekaman bangunan dan evaluasi kinerja BGH kantor. Hasil kegiatan lapangan dianalisis dan di evaluasi serta didiskusikan dalam kegiatan focus group discussion (FGD). Kondisi gedung kantor memenuhi syarat minimum BGH dan beberapa rekomendasi yang dapat diusulkan untuk meningkatkan kualitas BGH gedung kantor. Hasil abmas dalam jangka pendek dapat diimplementasikan khususnya penyesuaian/perbaikan yang tidak membutuhkan biaya besar, kegiatan membangun budaya ramah lingkungan dan dalam jangka panjang merealisasikan dalam bentuk progam fisik yang akan menjamin keberlanjutan kegiatan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-22

Cara Mengutip

Antaryama, I. G. N., Samodra, F. T. B., Ekasiwi, S. N. N., Dinapradipta, A., Defiana, I., & Sudarma, E. (2025). Peningkatan Kualitas Bangunan Ramah Lingkungan pada Gedung Kantor Kecamatan dan Kelurahan Mulyorejo Surabaya. Sewagati, 9(3), 703–715. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2481

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama