ANALISA AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER PADA PRODUKSI GULA TAHUN 2018 DI PG KREBET BARU II MALANG
Main Article Content
Abstract
Biomassa menjadi salah satu pilihan alternatif pengganti bahan bakar fosil yang mulai terbatas jumlahnya.
Biomassa masuk kedalam kategori sumber energi terbarukan, dan saat ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar
untuk plant – plant pembangkit daya dan pengolahan. Seperti yang terdapat pada PG KREBET BARU II, yang
menggunakan ampas tebu menjadi bahan bakar untuk mengolah nira menjadi gula. Ampas tebu (bagasse) merupakan
limbah dalam bentuk serat yang dihasilkan dari penggilingan tebu. Serat tersebut yang digunakan sebagai bahan bakar
pengolahan gula di PG KREBET BARU II. Penelitian ini akan berfokus pada analisa kebutuhan jumlah ampas tebu sebagai
bahan bakar yang dihasilkan pada proses produksi gula pada tahun 2018 dan pemecahan permasalahan pada
kekurangan produksi ampas tebu (Bagasse) untuk bahan bakar. Analisa dilakukan dengan menghitung performa boiler
berbahan bakar ampas tebu sebagai. Analisa dimulai dengan menghitung nilai kalor ampas tebu, nilai heat loss dalam
boiler, dan efisiensi boiler dengan direct method, serta perhitungan jumlah kebutuhan ampas tebu yang diperlukan.
Dari hasil perhitungan akan dilakukan analisa mengenai ampas yang ideal untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar
boiler. Dari hasil perhitungan diperoleh kebutuhan ampas tebu yang ideal yaitu ampas yang memiliki kandungan air
sebanyak 45 % sehingga mampu meningkatkan efisiensi boiler dari 65 % menjadi 70 % serta mengurangi konsumsi
bahanbakar dari 56865 kg ampas/jam menjadi 47838 kg ampas/jam dan menghasilkan surplus ampas sebesar 300
kg/jam. Sedangkan dengan analisa penentuan nilai persen ampas sebesar28,5 % menghasilkan surplus ampas tebu
sebesar 297 kg/jam dari kekurangan ampas sebanyak 8,7 Ton/jam pada produksi gula tahun 2018.