Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo

Main Article Content

Muhammad Shafran Shofyan
Anik Hilyah
Juan Pandu Gya Nur Rochman

Abstract

Pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo Brantas yang berada di Tanggulangin, Sidoarjo
dinilai memiliki risiko yang tinggi. Hal ini berdasarkan kondisi geologi dan pergerakan lempeng tektonik,
dimana daerah Sidoarjo sangat rentan terhadap terjadinya erupsi lumpur panas. Selain itu, peristiwa
meluapnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo menyebabkan tanah di sekitar Sidoarjo memiliki banyak
rekahan, yang berpotensi dapat memperluas daerah semburan lumpur panas. Oleh sebab itu, perlu
dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM)
Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo” yang bertujuan untuk mendeteksi
rekahan yang berada di daerah pengeboran sumur gas baru PT Lapindo di Tanggulangin, Sidoarjo.
Metode VLF-EM digunakan karena metode ini efektif untuk melakukan pemetaan kondisi bawah
permukaan seperti rekahan dan patahan dengan penetrasi kedalaman sekitar 50 meter. Berdasarkan
hasil penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa daerah pengeboran sumur gas baru milik
Lapindo terdapat banyak sekali rekahan-rekahan yang memiliki arah Barat Daya-Timur Laut. Dengan
banyaknya rekahan ini, pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo sangat berisiko karena dapat
menyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburan
lumpur panas pada daerah tersebut.

Article Details

How to Cite
Shofyan, M. S. ., Hilyah, A. ., & Rochman, J. P. G. N. (2025). Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo. Jurnal Geosaintek, 2(2). Retrieved from https://journal.its.ac.id/index.php/geosaintek/article/view/6261
Section
Articles