POLA RESISTIVITAS TANAH EKSPANSIF PADA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU PADA LOKASI JALAN GADING PLAYEN KABUPATEN GUNUNG KIDULSEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN BADAN JALAN
Main Article Content
Abstract
Tanah Ekspansif pada subgrade jalan seringkali menimbulkan masalah dikarenakan sifat kembang susutnya yang tinggi. Sifat kembang susut tersebut terjadi karena perubahan kadar air pada tanah di musim kemarau dan musim hujan. Sifat ekpansifitas dari suatu tanah dapat dilihat diantaranya dengan memperhatikan nilai plastisitas indek (PI) tanah dan tingkat aktifitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola resistivitas dari tanah ekspansif pada pada dua musim berbeda yaitu pada puncak musim hujan dan puncak musim kemarau. Pola resistivitas ini diharapkan nantinya dapat membantu memetakan sebaran tanah ekspansif berdasarkan nilai resistivitasnyasebagai upaya mitigasi bencana pada area penelitian. Penelitian dilaksanakan di lokasi Ruas Jalan Gading –Playen Kabupaten Gunung Kidul. Pengukuran di lapangan menggunakan alat geolistrik multichanneldengan konfigurasi Wenner-Schlumbergerdilakukan pengukuran pada tiga lokasi. Pengujian properties tanah dilakukan untuk melihat jenis dan karakter ekspansifitas tanah dengan melakukan uji diantaranya liquid limit, Plastic Limitdan Uji Ukuran Butir. Jenis tanah ekpansif pada lokasi penelitian termasuk tanah lempung dan tanah lanau. Terdapat perbedaan signifikan resistivitas tanah ekpansif pada subgrade jalan pada musim kemarau dan musim penghujan. Nilai resistivitas diatas 247 Ωm pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan menjadi sangat turun hingga hampir semua mencapai nilai dibawah 30 Ωm Berbeda dengan tanah yang kemampuan ekspansifitasnya rendah memiliki nilai yang konsisten dibawah 40 Ωmbaik di musim kemarau maupun musim hujan.Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat memberikan masukan untuk penyelenggara jalan dalam memetakan lokasi mana saja yang membutuhkan perhatian untuk dilakukan perancangan tanah dasar berdasarkan potensi kembang susutnya.