IDENTIFIKASI MISORIENTATION SENSOR SEISMOGRAF BMKG MENGGUNAKAN METODE P-WAVE PARTICLE MOTION: STUDI DI PULAU SUMATERA BAGIAN UTARA

Main Article Content

Chichi Nurhafizah
Purwadi Agus Darwito
Wijayanto Wijayanto
Hendro Nugroho

Abstract

Analisis polaritas gelombang P dapat digunakan untuk mengevaluasi keakuratan orientasi sensor seismograf. Ketidaktepatan orientasi (misorientation) berpotensi menurunkan akurasi penentuan mekanisme sumber gempa bumi. Penelitian ini menganalisis orientasi sensor seismograf BMKG di wilayah Sumatera bagian utara dengan menggunakan metode P-Wave Particle Motion. Sebanyak 58 sensor berhasil dianalisis secara kuantitatif dan menghasilkan estimasi sudut orientasi aktual. Hasil menunjukkan bahwa sensor memiliki variasi misorientation berkisar antara 1° hingga 46°, dengan 15 sensor di antaranya menunjukkan nilai misorientation signifikan, yaitu RSSM (46°), MASM (28°), PAASI (27°), SLSM (24°), TPTI (23°), GESM dan SKSI (22°), TKSM dan BESM (20°), SMSM (19°), LTSM dan TASI (18°), PDSI (17°), serta PLSI dan KASAI (16°). Temuan ini menunjukkan ketidaksesuaian arah pemasangan sensor terhadap arah utara sejati, yang dapat menurunkan kualitas interpretasi data seismik, sehingga evaluas misorientation sensor berbasis data perlu dilakukan secara berkala guna menjaga reliabilitas data seismik nasional. Penelitian ini merupakan evaluasi sistematis berskala besar pertama terhadap orientasi sensor BMKG di Indonesia dengan memanfaatkan analisis gerak partikel gelombang teleseismik, sehingga memberikan dasar ilmiah penting bagi pengembangan standar kualitas jaringan seismograf di masa mendatang.

Article Details

How to Cite
Chichi Nurhafizah, Purwadi Agus Darwito, Wijayanto Wijayanto, & Hendro Nugroho. (2026). IDENTIFIKASI MISORIENTATION SENSOR SEISMOGRAF BMKG MENGGUNAKAN METODE P-WAVE PARTICLE MOTION: STUDI DI PULAU SUMATERA BAGIAN UTARA. Jurnal Geosaintek, 11(3), 388–402. https://doi.org/10.12962/j25023659.v11i3.8974
Section
Articles