Desain Interior Car Body Kereta Api Komuter Khusus Wanita di Indonesia (Studi Kasus: Kereta Rel Diesel Elektrik Prambanan Ekspress)
Kata Kunci:
modular, car body, feminine, KRLAbstrak
Meningkatnya kepadatan penumpang pada moda transportasi berbanding lurus dengan tindak kriminalitas. Kabin penumpang khusus wanita yang terdapat pada KRL & KRDE merupakan bentuk peningkatan layanan yang diharapkan menjadi salah satu ujung tombak dalam hal perlindungan terhadap konsumen khususnya perempuan. Kabin penumpang khusus wanita yang masih menggunakan standar kabin umum pada KRDE Prambanan Express mengakibatkan kesan feminim kurang menonjol pada interior. Kedua, atribut interior belum sesuai dengan ergonomi & anthropometri penumpang wanita. Ketiga, LOPAS perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kecenderungan penumpang wanita. Keempat, perlunya penyesuaian bentuk & sistem paneling untuk mempermudah perawatan dan produksi. Perancangan ini berfokus pada redesain kabin penumpang khusus wanita di KRDE Prambanan Express, meliputi penambahan sign, recolour, dan penambahan utilitas untuk menonjolkan kesan feminim. Kedua, pembuatan atribut interior sesuai ergonomi dan anthropometri penumpang wanita. Ketiga, penyesuaian LOPAS dengan kebiasaan dan kecenderungan penumpang wanita sehingga tidak menimbulkan penumpukan. Keempat, implementasi sistem modular agar kabin menjadi mudah perawatan & produksinya.
The increase passengers of public transportation are equal compared with the crime act. Because of that, the woman passenger cabin on KRL and KRDR was built by KAI to protect them. This cabin is still use a regular cabin standard of KRDE Express. It makes the interior cabin looks basic. Also, the cabin are not yet using an ergonomic and anthropometric study, and it need and adjustment and a panelling system to make it easier to care. This design are focusing on redesign the woman passenger’s cabin on KRDE Prambanan Express, including the addition of sign, recolor and the addition of new utilities to make it more feminine, redesigning the furniture using an woman ergonomic and anthropometric study, the adjustment between LOPAS and woman passenger’s habit, and the modular system implementation on the furniture to make it cabin easier to care.


