Ekspansi Perkotaan di Surabaya Metropolitan Area: Alami atau Terrencana?

Main Article Content

Belinda Ulfa Aulia

Abstract

Pertumbuhan kawasan metropolitan di Indonesia telah mendorong ekspansi wilayah perkotaan ke kawasan pinggiran, memunculkan fenomena suburbanisasi yang semakin intensif di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Suburbanisasi tidak sekadar mencerminkan pergeseran spasial akibat pertumbuhan penduduk, tetapi juga merupakan hasil dari kebijakan tata ruang yang secara aktif mendorong konversi lahan di pinggiran kota. Artikel ini menyoroti peran rencana guna lahan sebagai instrumen kebijakan yang berpengaruh dalam membentuk arah dan pola suburbanisasi, dengan fokus studi pada kawasan metropolitan Surabaya, khususnya Kabupaten Sidoarjo dan Gresik. Analisis spasial menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan terbangun dalam dua dekade terakhir mayoritas terjadi pada zona permukiman yang telah ditetapkan dalam RTRW kabupaten, mengindikasikan adanya kesesuaian antara rencana dan realisasi pembangunan. Namun, kesesuaian ini justru mengungkapkan bahwa rencana tata ruang lebih banyak berperan sebagai fasilitator ekspansi daripada sebagai alat pengendali pembangunan. Akibatnya, suburbanisasi di kawasan ini berlangsung secara fragmentaris dan tidak selalu diiringi oleh penyediaan infrastruktur yang memadai maupun integrasi spasial yang baik. Temuan ini mendukung pandangan bahwa suburbanisasi di Indonesia merupakan hasil dari proses politik dan ekonomi yang disengaja, bukan semata-mata akibat dinamika pasar. Artikel ini merekomendasikan perlunya pendekatan perencanaan yang lebih strategis, integratif, dan kritis terhadap tujuan zonasi, agar perencanaan tata ruang dapat berfungsi sebagai instrumen pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles