Pemberdayaan Guru Sebagai Penggerak Dalam Pencegahan Stunting Pada Remaja Di Lombok Utara

Penulis

  • Nabilah Izzatunnisa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Dewi Ratna Sari Departemen Anatomi, Histologi, dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Faiq Amirul Hakim Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Purwo Sri Rejeki Departemen Ilmu Faal dan Biokimia Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Tri Hartini Yuliawati Departemen Anatomi, Histologi, dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Eko Purwanto Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Maarif Hasyim Latif, Sidoarjo, Indonesia
  • Fathimatuzzahroh Fathimatuzzahroh Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Kata Kunci:

Anemia, Gizi, Kesehatan Reproduksi, Pelatihan Guru, Stunting

Abstrak

Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu provinsi prioritas penanganan stunting dan Lombok Utara merupakan kabupaten dengan prevalensi balita stunting, persentase calon pengantin perempuan dengan anemia serta angka pernikahan anak masih tinggi. Guru beserta siswa, khususnya remaja putri merupakan kelompok sasaran sekunder yang penting dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bekerja sama dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Utara, NTB dengan menitikberatkan pada peran guru sebagai penggerak dalam pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan kesehatan dan penguatan karakter remaja putri. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru dan 75 siswi yang merupakan perwakilan dari 12 SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Strategi yang digunakan berupa seminar, pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah (TTD), pemantauan konsumsi TTD, dan kompetisi video edukasi serta pemilihan duta Remaja Anti Stunting (RANTING). Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan guru maupun siswi, masing-masing sebesar 26,61% dan 18,07%. Sebanyak 8 dari 12 sekolah melakukan monitoring konsumsi TTD, dan dihasilkan 5 video edukasi remaja terkait pencegahan stunting. Terpilih 1 sekolah pemenang video dan 1 siswi sebagai duta RANTING. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kolaborasi guru-siswi, serta diharapkan berkelanjutan melalui pemberdayaan guru dan duta RANTING di tiap sekolah sebagai upaya pencegahan stunting di Lombok Utara dan wilayah NTB lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-19

Cara Mengutip

Izzatunnisa, N., Sari, D. R., Hakim, F. A., Rejeki, P. S., Yuliawati, T. H., Purwanto, E., & Fathimatuzzahroh, F. (2025). Pemberdayaan Guru Sebagai Penggerak Dalam Pencegahan Stunting Pada Remaja Di Lombok Utara. Sewagati, 9(3), 828–840. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/2708

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama