Isi Artikel Utama

Abstrak

Eksperimen sebagai salah satu metoda pembelajaran berbasis laboratorium umumnya hanya diajarkan pada Sekolah-Sekolah Dasar tertentu yang umumnya berbiaya sekolah tinggi.  Tidak semua Sekolah Dasar memberikan pembelajaran yang disertai eksperimen di laboratorium. Hal ini terutama dialami oleh siswa sekolah dasar di Kawasan Keputih Sukolilo Surabaya. Oleh karena itu Tim Pengabdi dari ITS berupaya meningkatkan kreativitas siswa melalui eksperimen pembuatan yoghurt.  Eksperimen pembuatan yoghurt dipilih sebagai salah satu modul praktikum karena dapat meningkatkan nilai tambah susu.  Eksperimen ini juga dapat mengenalkan teknologi tepat guna kepada siswa yaitu: homogenisasi, pasteurisasi, pendinginan, inokulasi dan inkubasi.  Selain itu siswa-siswa Sekolah Dasar dapat lebih menyukai produk olahan susu tersebut dengan aneka rasa yang lebih menarik. Olahan susu menjadi yoghurt sebagai upaya menjadikan minum susu lebih disukai siswa. Produk yogurt yang telah diperoleh pada eksperimen ini dilakukan analisis. Hasil analisis kandungan yoghurt sebagai berikut: penampakan berupa cairan kental semi padat, kadar lemak=28,0 %(b/b), protein=41,6  %, kadar glukosa= 16,5 %, kadar abu=1% , keasaman (dihitung sebagai asam laktat)= 2 % b/b, dan pH=4.

Kata Kunci

Pembelajaran Sains Berbasis Laboratorium Yoghurt Pasteurisasi Analisis

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Martak, F. ., Putro, H. S., Fatmawati, S. ., Fadlan, A. ., & Purnomo, A. S. (2022). Peningkatan Kemampuan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Keputih, Sukolio Surabaya Melalui Eksperimen Sains dengan Pembuatan Yoghurt. Sewagati, 3(2), 23–29. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/321

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama