ANALISIS POTENSI WILAYAH TANAH LONGSOR DI KAWASAN LERENG GUNUNG WILIS DENGAN MENGGUNAKAN DATA DEM TERRASAR-X

Penulis

  • Lalu Muhamad Jaelani Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Rizha Fahlefi Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.12962/geoid.v15i1.1633

Kata Kunci:

Tanah Longsor, DEM TERRASAR-X, Potensi, Intensitas, Lereng

Abstrak

Tanah longsor seringkali terjadi ketika musim penghujan dengan tingkat curah hujan tinggi yang umumnya terjadi pada kelerengan tanah cukup curam. Air juga merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi terjadinya longsor. Pada bulan April 2017 lalu, terjadi peristiwa longsor di beberapa lokasi kawasan lereng gunung Wilis. Adanya peristiwa longsor tinggi dan terjadi dalam waktu bersamaan di lereng gunung Wilis, untuk itu perlu dilakukan penelitian potensi tanah longsor dengan menggunakan data DEM TERRASAR-X yang memiliki resolusi tinggi dalam menghasilkan data ketinggian tanah. Dengan menggabungkan faktor lain seperti data tutupan lahan, jenis geologi, dan jumlah curah hujan akan didapatkan informasi tingkat potensi tanah longsor di lereng gunung Wilis. Metode pengolahan dengan mempertimbangkan skor setiap kelas parameter dan pembobotan sebesar 20% tutupan lahan, 20% curah hujan, 30% jenis geologi, serta 30% kelerengan tanah akan didapatkan informasi potensi longsor dengan rentang 0,8-1,375 dikategorikan rendah, 1,375-1,95 kategori menengah, 1,95-2,525 untuk kategori tinggi dan rentang 2,525-3,1 untuk kategori sangat tinggi. Potensi longsor akan dibandingkan dengan data rekam kejadian tanah longsor di lapangan dalam rentang waktu 2-5 tahun terakhir sebelum 2017. Hasil perbandingan sebagian besar menunjukkan adanya kesesuaian terkait wilayah yang berpotensi tinggi terhadap longsor dengan peristiwa yang terjadi di lapangan.

Biografi Penulis

Lalu Muhamad Jaelani, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Departemen Teknik Geomatika

Rizha Fahlefi , Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Departemen Teknik Geomatika

Referensi

Fitria, L. M. (2016). Analisa Kerentanan Bencana Longsor di Lereng Gunung Wilis Kabupaten Nganjuk, 1(1), 76–83.

Khoiri, M., Jaelani, L. M., & Widodo, A. (2014). Risk Assessment Methodologies for Landslides in East Java, (Pvmbg 2005), 1–10.

Nugroho, J. A., Sukojo, B. M., & Sari, I. L. (2009). Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Hutan Lindung Kabupaten Mojokerto), 79–94.

PVMBG. (2005). Pengenalan Gerakan Tanah. Esdm. Retrieved from https://www.esdm.go.id/assets/media/content/Pengenalan_Gerakan_Tanah.pdf

Diterbitkan

2019-08-01

Cara Mengutip

Jaelani, L. M. ., & Fahlefi , R. . (2019). ANALISIS POTENSI WILAYAH TANAH LONGSOR DI KAWASAN LERENG GUNUNG WILIS DENGAN MENGGUNAKAN DATA DEM TERRASAR-X. GEOID, 15(1), 44–52. https://doi.org/10.12962/geoid.v15i1.1633

Terbitan

Bagian

Articles