IDENTIFIKASISTRUKTUR BAWAH PERMUKAANPOTENSI GALIAN CDI ALIRAN SUNGAI KIKIS DESA KERTAPATI KABUPATEN BENGKULU TENGAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER –SCHLUMBERGER

Main Article Content

Aulira Suryatidiningrum
Suhendra Suhendra
Budi Harlianto

Abstract

Sungai dengan pola aliran meander terbentuk akibat interaksi dinamika aliran, proses erosi-sedimentasi serta kondisi geologi bawah permukaan. Endapan hasil proses tersebut sering dimanfaatkan sebagai bahan Galian C, seperti pasir dan kerikil yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai material konstruksi. Namun, informasi mengenai kondisi struktur bawah permukaan pada aliran Sungai Kikis masih terbatas, sehingga diperlukan kajian geofisika untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan di aliran Sungai Kikis Desa Kertapati, Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner–Schlumberger. Pengolahan data resistivitas pada empat lintasan pengukuran sepanjang 388 m dengan jarak antar elektroda 8 m dan 6 m menghasilkan penampang resistivitas dua dimensi hingga kedalaman ±60 m. Nilai resistivitas yang teridentifikasi berada pada kisaran 2 Ω.m hingga >2000 Ω.m, menunjukkan adanya variasi karakteristik bawah permukaan di daerah penelitian. Zona dengan resistivitas rendah (<25 Ω.m) diinterpretasikan sebagai lapisan lempung, sedangkan nilai resistivitas menengah (30–700 Ω.m) berkaitan dengan pasir dan kerikil. Nilai resistivitas tinggi (>400 Ω.m) mengindikasikan keberadaan material berkerikil hingga batuan beku. Variasi resistivitas tersebut dipengaruhi oleh komposisi mineral, porositas, dan kandungan fluida. Lintasan pertama dan sebagian lintasan ketiga menunjukkan dominasi pasir dan kerikil yang berpotensi sebagai bahan Galian C, sedangkan lintasan kedua dan keempat didominasi lempung dengan potensi Galian C relatif rendah. Pola distribusi struktur bawah permukaan teridentifikasi memperlihatkan karakteristik khas sungai meander, di mana material berukuran kasar cenderung terakumulasi pada bagian luar meander akibat proses erosi, sedangkan material halus terendapkan pada bagian dalam meander.

Article Details

How to Cite
Suryatidiningrum, A., Suhendra, S., & Budi Harlianto. (2026). IDENTIFIKASISTRUKTUR BAWAH PERMUKAANPOTENSI GALIAN CDI ALIRAN SUNGAI KIKIS DESA KERTAPATI KABUPATEN BENGKULU TENGAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER –SCHLUMBERGER. Jurnal Geosaintek, 12(3), 320–330. https://doi.org/10.12962/j25023659.v12i3.9097
Section
Articles