Pengaruh Komunikasi Kesehatan Digital terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepercayaan Masyarakat tentang Informasi Medis di Media Sosial
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong media sosial menjadi salah satu sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan. Namun, kemudahan akses tersebut tidak selalu diimbangi dengan kualitas dan akurasi informasi medis yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi kesehatan digital terhadap tingkat pengetahuan dan kepercayaan mahasiswa non-kedokteran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terhadap informasi medis di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 23 mahasiswa ITS non-kedokteran yang aktif menggunakan media sosial, yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden cukup sering mengakses informasi medis melalui media sosial. Komunikasi kesehatan digital berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan responden mengenai informasi medis. Namun, pengaruh tersebut tidak secara langsung meningkatkan tingkat kepercayaan secara mutlak, melainkan mendorong terbentuknya sikap kritis dan selektif dalam menerima informasi medis. Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori cukup hingga tinggi, sedangkan tingkat kepercayaan berada pada kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi kesehatan digital berperan penting dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap kritis mahasiswa non-kedokteran terhadap informasi medis di media sosial, sehingga penguatan literasi kesehatan digital menjadi hal yang sangat diperlukan.