Pasar Modern Dan Marginalisasi Sosial: Studi Kasus Ketimpangan Antarruang Di Kawasan Urban
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pesantnya pembangunan pasar modern dalam lingkungan perkotaan mencerminkan kemajuan ekonomi dan transformasi struktural masyarakat. Namun, di balik modernisasi tersebut, terdapat kesenjangan sosial yang kian menguat, terutama antara ruang konsumsi modern dan komunitas lokal yang berada di sekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kehadiran pasar modern dapat menciptakan bentuk-bentuk marginalisasi sosial terhadap masyarakat sekitar, melalui studi kasus di kawasan Pakuwon City Mall di Surabaya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap pelaku usaha di dalam mall, di area luar mall, serta beberapa pembeli. Hasil temuan menunjukkan adanya perbedaan akses terhadap sumber daya ekonomi, bentuk hubungan sosial yang bersifat kian impersonal, serta eksklusi ruang yang dialami warga lokal akibat ekspansi pasar modern. Mall tidak hanya menjadi pusat konsumsi, tetapi juga simbol eksklusi eksvitas dan stratifikasi sosial. Masyarakat sekitar yang tidak terlibat langsung dalam ekosistem pasar modern cenderung terpinggirkan secara ekonomi. Artikel ini membahas bahwa pembangunan ekonomi berbasis pasar modern perlu ditinjau kembali dengan perspektif yang lebih inklusif dan partisipatif, agar tidak mengabaikan dimensi sosial dan keadilan ruang dalam proses pembangunan kota.