Analisis Pemodelan Embodied Energy Pada Struktur dan Non-Struktur Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah

Main Article Content

Tengku Muhammad Rifani
Faris Rizal Andardi
Yunan Rusdianto
Sandi Wahyudiono
Zamzami Septiropa

Abstract

Kegiatan konstruksi memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, terutama melalui emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis embodied energy (EE) dalam gedung sebagai langkah awal memahami kontribusi energi dari bahan bangunan yang digunakan. Melalui analisis EE, penelitian ini mengidentifikasi energi yang terkandung dalam material konstruksi dan bagaimana pemilihan bahan ramah lingkungan dapat mengurangi emisi karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dan menghitung volume material, berat satuan, dan EE berdasarkan data dari model 3D Revit dan Inventory of Carbon and Energy (ICE). Pendekatan ini memungkinkan analisis presisi dan standar, menghasilkan data numerik yang dapat dianalisis secara objektif untuk memahami kontribusi energi bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa embodied energy pada bagian struktur bangunan adalah 750.742.975 MJ, mencakup 42,34% dari total EE bangunan, sedangkan bagian non-struktur memiliki EE sebesar 1.022.321.637 MJ atau 57,66% dari total EE bangunan. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan material untuk mengurangi dampak lingkungan.

Article Details

How to Cite
Rifani, T. M., Andardi, F. R., Rusdianto, Y., Wahyudiono, S., & Septiropa, Z. (2025). Analisis Pemodelan Embodied Energy Pada Struktur dan Non-Struktur Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 23(2), 117–126. Retrieved from https://journal.its.ac.id/index.php/jats/article/view/6468
Section
Articles