Analisa Perbandingan Perhitungan Geser Lentur Berdasarkan Truss Model

Main Article Content

Muhammad Sigit Darmawan

Abstract

Sebagian besar para peneliti geser pada beton bertulang telah setuju bahwa teori Truss Model merupakan cara yang meyakinkan untuk menganalisa geser. Akan tetapi hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai Truss Model versi mana yang paling mendekati mekanisme geser. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang terdapat pada Truss Model usulan Nielsen, Hardjasaputra, Reineck dan Collins dkk untuk perhitungan geser lentur. Perumusan Truss Model ini juga akan dibandingkan dengan perumusan geser yang dipakai oleh SNI 03-2847, AS 3600 dan EC2. Hasil studi menunjukkan bahwa keempat Truss Model di atas hanya berlaku untuk balok dengan jumlah tertentu tulangan geser (q_v). Truss Model usulan Reineck berlaku untuk balok dengan q_v kurang dari atau sama dengan q_v minimum, Hardjasaputra dan Collins dkk berlaku untuk balok dengan q_v lebih dari atau sama dengan q_v minimum, dan Nielsen hanya berlaku untuk balok dengan q_v sama dengan q_v maksimum. Hal ini terjadi karena kriteria keruntuhan geser berubah dengan bertambahnya jumlah tulangan geser. Studi ini juga menunjukkan bahwa Truss Model usulan Collins dkk adalah yang paling mendekati hasil tes yang didapat dari survei literatur, sedangkan dari hasil uji beban ketiga Truss Model (selain Nielsen) menghasilkan prediksi rata-rata hanya sekitar lebih kurang 60 persen dari beban runtuh. Hasil prediksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan prediksi berdasarkan ketiga peraturan beton di atas.

Article Details

How to Cite
Darmawan, M. S. . (2025). Analisa Perbandingan Perhitungan Geser Lentur Berdasarkan Truss Model. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 2(1), 1–11. Retrieved from https://journal.its.ac.id/index.php/jats/article/view/6595
Section
Articles