Identifikasi Awal Model Akuifer pada Mata Air Umbulan dengan Menggunakan Geolistrik Konfigurasi Schlumberger

Main Article Content

Tatas
Mahendra A. M.
Siti Kamilia Aziz
Amien Widodo

Abstract

Bencana kekeringan saat ini menjadi salah satu bencana yang selalu datang setiap tahun di beberapa wilayah Indonesia. Tahun 2011, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana kekeringan mengancam produksi pangan nasional. Salah satu bentuk dari bencana kekeringan tersebut adalah berkurangnya debit atau bahkan matinya mata air. Mata Air Umbulan merupakan mata air yang memiliki potensi yang cukup besar dengan debit sebesar 4000-5000 liter/detik, dapat dijadikan sebagai sumber air baku. Terkait dengan potensi yang sangat besar tersebut maka perlu dipelajari bagaimana struktur geologi yang menjadi wadah bagi air tanah tersebut (hidrogeologi). Hal tersebut untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui perilaku air yang menjadi sumber Mata Air Umbulan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui struktur hidrogeologi adalah dengan menggunakan geolistrik. Berdasarkan hasil pengukuran resistivitas struktur batuan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa nilai resistivitas batuan penyusun pada area penelitian berkisar antara 1–4800 Ohm meter. Berdasarkan hasil interpretasi geolistrik, batuan penyusun area penelitian berupa pasir, pasir tufan, breksi, breksi berpasir, tuf berpasir dan tuf. Lapisan yang berfungsi sebagai penahan air atau lapisan kedap adalah lapisan tuf, tuf berpasir, dan lava. Lapisan yang berfungsi sebagai akifer adalah lapisan pasir, pasir tufan, breksi dan breksi berpasir dengan kedalaman antara 25-125 meter.

Article Details

How to Cite
Tatas, M., M. A., Aziz, S. K., & Widodo, A. (2025). Identifikasi Awal Model Akuifer pada Mata Air Umbulan dengan Menggunakan Geolistrik Konfigurasi Schlumberger. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 12(1), 35–42. Retrieved from https://journal.its.ac.id/index.php/jats/article/view/6863
Section
Articles