Menjembatani Kesenjangan Proyek Dan Warga: Signifikansi Dialog Antarmanusia Di Tengah Dominasi Artificial Intelligence Kapabilitas dan Batas Ontologis AI dalam Konteks Infrastruktur
Isi Artikel Utama
Abstrak
Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) beserta pemodelan informasi bangunan (BIM) telah mengubah lanskap rekayasa infrastruktur secara signifikan. Di balik capaian teknis yang terus meningkat, terdapat jurang yang belum terjembatani antara kapabilitas komputasional mesin dengan kedalaman pemahaman sosial-budaya yang dibutuhkan di lapangan. Tulisan ini menelaah secara konseptual mengapa sistem berbasis algoritma tidak mampu menangkap dimensi kearifan lokal, ikatan identitas komunitas, dan kompleksitas emosi warga terdampak yang justru menjadi penentu diterima atau ditolaknya sebuah proyek pembangunan. Dengan mengandalkan sintesis literatur yang ada, kajian ini membangun argumen bahwa dialog tatap muka yang dilandasi empati, kemampuan mediasi sosial, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat adalah prasyarat bukan pelengkap bagi keberhasilan proyek infrastruktur. Implikasinya, insinyur sipil masa depan perlu dikembangkan tidak hanya sebagai perancang teknis yang andal, tetapi juga sebagai agen sosial yang cakap berkomunikasi lintas budaya dan mampu membangun kepercayaan komunitas secara organik.