Analisis Multitemporal Perubahan Indeks Vegetasi (NDVI) dan Suhu Permukaan Lahan (LST) serta Hubungan Keduanya di Kota Medan Tahun 2016–2024
Main Article Content
Abstract
Perkembangan wilayah perkotaan dapat memengaruhi kondisi lingkungan, khususnya pada perubahan kerapatan vegetasi dan suhu permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST) serta hubungan keduanya di Kota Medan secara multitemporal pada tahun 2016, 2020, dan 2024 Penelitian dilakukan dengan menggunakan citra landsat 8 collection 2 tier 1 yang diolah menggunakan google earth engine. NDVI dihitung menggunakan band merah (Red) dan inframerah dekat (Near Infrared), sedangkan LST diperoleh dari band termal ST_B10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata NDVI mengalami penurunan dari 0,182 pada tahun 2016 menjadi 0,172 pada tahun 2020 dan 0,167 pada tahun 2024. Sementara itu nilai rata-rata LST mengalami fluktuasi dari 41,95°C pada tahun 2016 menjadi 36,34°C pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 42,98°C pada tahun 2024. Sebagian besar kota Medan didominasi area non vegetasi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara NDVI dan LST, di mana setiap penurunan kerapatan vegetasi diiringi oleh peningkatan suhu permukaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan tutupan vegetasi berpengaruh terhadap suhu permukaan dan berpotensi memicu fenomena urban heat island.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
References
[1] A. P. Larasati, B. Rahman, and J. Kautsary, “Pengaruh Perkembangan Perkotaan Terhadap Fenomena Pulau Panas (Urban Heat Island),” J. Kaji. Ruang, vol. 2, no. 1, p. 35, 2022, doi: 10.30659/jkr.v2i1.20469.
[2] N. Rahadatul Aisy, U. Jambi Alamat, J. Jambi-Ma Bulian Km, M. Darat Jambi, and M. Jambi, “Peran Ruang Terbuka Hijau dalam Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Jambi Lailal Gusri,” Jinu), vol. 2, no. 3, pp. 933–942, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.61722/jinu.v2i3.6093
[3] Parid Pakaya, Fitryane Lihawa, and Dewi Wahyuni K. Baderan, “Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Publik dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Perkotaan,” Hidroponik J. Ilmu Pertan. Dan Teknol. Dalam Ilmu Tanam., vol. 1, no. 3, pp. 54–75, 2024, doi: 10.62951/hidroponik.v1i3.199.
[4] Dwi Yanti et al., “Analisis Kerapatan Vegetasi di Kecamatan Pangandaran melalui Citra Landsat 8,” J. Geogr. Edukasi dan Lingkung., vol. 4, no. 1, pp. 32–38, 2020, doi: 10.29405/jgel.v4i1.4229.
[5] B. Sukoco, F. Teknik, U. Lampung, and B. Lampung, “Kajian Pemanfaatan Teknologi Google Earth Engine Untuk Bidang Penginderaan Jauh,” J. Penelit. Geogr., 2022, doi: 10.23960/jpg.v10.i2.24219.
[6] Y. Hu, H. Li, M. Amir Siddique, and D. Liu, “Assessing the Impact of Spatiotemporal Land Cover Changes on the Urban Heat Islands in Developing Cities with Landsat Data: A Case Study in Zhanjiang,” Atmosphere (Basel)., vol. 14, no. 12, 2023, doi: 10.3390/atmos14121716.
[7] N. Aslan and D. Koc-San, “The use of land cover indices for rapid surface urban heat island detection from multi-temporal landsat imageries,” ISPRS Int. J. Geo-Information, vol. 10, no. 6, 2021, doi: 10.3390/IJGI10060416.
[8] A. Hardianto, P. U. Dewi, T. Feriansyah, N. F. S. Sari, and N. S. Rifiana, “Pemanfaatan Citra Landsat 8 Dalam Mengidentifikasi Nilai Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI) Tahun 2013 dan 2019 (Area Studi: Kota Bandar Lampung),” J. Geosains dan Remote Sens., vol. 2, no. 1, pp. 8–15, 2021, doi: 10.23960/jgrs.2021.v2i1.38.
[9] S. A. Putri and C. Landsat, “Pemanfaatan Citra Landsat Menggunakan Teknik NDVI untuk Analisis Kerapatan Vegetasi di Kota Kediri Jawa Timur Menggunakan interpretasi Citra Landsat 7 untuk tahun 2001 serta Citra Landsat 8 Oli untuk tahun 2018 . Penelitian diawali dengan preprocessing da,” no. 20040274054, pp. 1–9.
[10] D. Luvi, A. Yuliantina, R. Dewi, M. Z. Pahlevi, and N. A. Kusumawardhani, “Comparison of land cover area in Bandar Lampung City based on NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and EVI (Enhanced Vegetation Index).,” J. Geosains dan Remote Sens., vol. 2, no. 1, pp. 16–24, 2021.
[11] D. A. Waluya, A. Ismail, N. Nandi, M. A. Widiawaty, N. N. Afriana, and Y. R. Ramadhan, “Assessing Vegetation Greenness and Land Surface Temperatures,” 2020.
[12] B. Nailufar, “Analisis Perubahan Indeks Kerapatan Vegetasi Dengan Metode Analisis Normalized Difference Vegetation Index (Ndvi) Di Kota Batu Berbasis Sistem Informasi Geografis (Gis) Dan Pengindraan Jauh.,” Mintakat J. Arsit., vol. 19, no. 2, pp. 16225–16235, 2018, doi: 10.26905/mintakat.v19i2.2356.
[13] F. P. Arvelia, A. N. A, S. Bahar, A. F. Pramitha, A. N. Ardiansyah, and S. Bahar, “Analisis Hubungan Perubahan Penggunaan Lahan terhadap LST di Kota Tangerang,” Bul. Meteorol. Klimatologi, Dan Geofis., vol. 4, no. 5, pp. 10–21, 2023.
[14] D. P. Wiguna and F. Sonata, “Kondisi Suhu Permukaan Tanah Wilayah Perkotaan Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 (Studi Kasus: Mebidang),” J-SISKO TECH (Jurnal Teknol. Sist. Inf. dan Sist. Komput. TGD), vol. 1, no. 2, pp. 60–74, 2018.
[15] H. Ally, J. Wahyuningtyas, and M. I. Rahmadana, “Analisis Spatio temporal Pengaruh Aktivitas industri terhadap fenomena UHI dan LST di Kota Jakarta Timur,” ENVIRO J. Trop. Environ. Res., vol. 26, no. 1, p. 26, 2024, doi: 10.20961/enviro.v26i1.93086.
[16] Wira Triono, Era Evalin Tampubolon, and Yizhar Saputra Hondro, “Analisis Perubahan Suhu Udara di Kota Medan Sebelum dan Sesudah Covid 19 Menggunakan Metode Statistika Quality Control,” Bilangan J. Ilm. Mat. Kebumian dan Angkasa, vol. 3, no. 3, pp. 114–124, 2025, doi: 10.62383/bilangan.v3i3.580.
[17] U. R. Pudjowati, “Pengaruh Faktor-Faktor Iklim Mikro Pada Penurunan Suhu Di Jalan Tol,” PROKONS Jur. Tek. Sipil, vol. 11, no. 2, p. 87, 2018, doi: 10.33795/prokons.v11i2.138.
[18] M. DAFFARHAN, “Peran Pemerintah Dalam Tata Kelola Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Hijau (Studi Di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung) Skripsi,” 2024.