Vol 5 No 2 (2026)
JPJI Vol. 5 No. 2 (Juli 2026) memuat 5 artikel yang terbagi dalam dua klaster tematik: Urban Environment (UHI, NDVI, LST, NDWI, NDBI menggunakan Landsat 8/9) dan Geomatika Terapan (LiDAR infrastruktur, SAR tumpahan minyak, biomassa via Global Canopy Height). Artikel pertama (9768, hlm. 42–51) menganalisis degradasi perkerasan Jembatan Suramadu berbasis LiDAR ALS multitemporal oleh Mochamad Gading Alifiansyah (ITS) dan Nain Dhaniarti Raharjo (Politeknik Negeri Malang), bersama Lalu Muhamad Jaelani (ITS). Artikel kedua (10412) mengeksplorasi dinamika UHI di Kabupaten Maros 2017–2025 menggunakan Landsat-8 + GEE oleh La Ode Ashamad Nusriah, Syahrajad Al Syarqiyah, dan Gerald Heaston Junior Mbatu — ketiganya dari Program Studi Meteorologi STMKG Tangerang. Artikel ketiga (10101) meneliti hubungan NDVI–LST di Kota Medan 2016–2024 melalui Landsat 8 Collection 2 Tier 1 oleh Narendra Lukmana Putra dari Prodi Geografi Universitas AMIKOM Yogyakarta. Artikel keempat (10665) mengembangkan klasifikasi tumpahan minyak laut dengan Random Forest berbasis Sentinel-1 SAR oleh Yudi Amril (FTI UHAMKA Jakarta) dan Muhammad Iqbal Habibie (Pusat Penelitian Geoinformatika BRIN, Cibinong). Artikel kelima (10567) membandingkan tiga model alometrik biomassa kelapa sawit via Global Canopy Height 10m oleh Lita Hardiyanti, Rika Hernawati, dan Soni Darmawan dari Teknik Geodesi ITENAS Bandung, serta Dhimas Wiratmoko dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Secara keseluruhan, 15 author dari 8 institusi tersebar di Jawa (ITENAS Bandung, ITS Surabaya, Politeknik Negeri Malang, AMIKOM Yogyakarta, UHAMKA Jakarta), Banten (STMKG Tangerang), Sumatera (PPKS Medan), dan nasional (BRIN Cibinong) — menunjukkan jangkauan geografis yang luas dengan metodologi yang konsisten pada penginderaan jauh satelit dan cloud computing (GEE).
Vol 5 No 1 (2026)
PJI Vol. 5 No. 1 (Januari 2026) memuat 5 artikel dengan komposisi yang menonjol: 3 di antaranya adalah tinjauan pustaka (literature review) yang membahas metode analisis perubahan morfologi pantai, pendekatan penginderaan jauh untuk analisis dampak perubahan iklim, serta konstelasi satelit penginderaan jauh global dan implikasinya bagi kemandirian teknologi Indonesia; sementara 2 sisanya adalah artikel penelitian original yang menganalisis indeks kerapatan vegetasi dari Landsat 8 dan kerentanan banjir berbasis penginderaan jauh dan SIG. Artikel pertama (8217, hlm. 1–8) tinjauan metode analisis perubahan morfologi pantai oleh Eko Hadi Santoso dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, BMKG, Surabaya. Artikel kedua (8319, hlm. 9–16) tinjauan penginderaan jauh untuk dampak perubahan iklim oleh Ika Purnamasari dari Prodi Agroteknologi, Universitas Jember. Artikel ketiga (9189, hlm. 17–24) tinjauan konstelasi satelit penginderaan jauh global oleh Agustan dan Rubby Sidik Agustino (MAPIN Jakarta), Soni Darmawan dan Rika Hernawati (Jurusan Teknik Geodesi, Institut Teknologi Nasional Bandung), Oni Bibin Bintoro (MAPIN Jakarta), serta Ilham Alimuddin (Jurusan Teknik Geologi, Universitas Hasanuddin Makassar) — merepresentasikan jejaring kolaborasi MAPIN-akademisi lintas-wilayah. Artikel keempat (9454, hlm. 35–41) menganalisis indeks kerapatan vegetasi dari citra Landsat 8 menggunakan Google Earth Engine oleh Rani Nur Faradila dari Program Studi Ilmu Tanah, Universitas Jember. Artikel kelima (9513, hlm. 25–34) memetakan kerentanan banjir berbasis penginderaan jauh dan SIG oleh Rani Nur Faradila dari Universitas Jember. Secara keseluruhan, 7 author dari 5 institusi tersebar di Jawa Timur (BMKG Surabaya), Jawa Timur (Unej), Jakarta (MAPIN), Jawa Barat (ITENAS Bandung), dan Sulawesi Selatan (UNHAS Makassar) — dengan karakteristik volume ini yang menonjol adalah dominasi format tinjauan pustaka dibanding artikel penelitian original, serta kehadiran MAPIN sebagai wadah komunitas profesional yang memfasilitasi kolaborasi lintas-institusi dalam bidang penginderaan jauh nasional.
Vol 4 No 2 (2025)
JPJI Vol. 4 No. 2 (Juli 2025) memuat 5 artikel dengan fokus tematik yang jelas: pemantauan kualitas lingkungan udara dan air menggunakan data satelit Sentinel-5, Geo-AI, dan machine learning. Artikel pertama (6286, hlm. 57–66) menganalisis konsentrasi SO₂ multitemporal di atas Gunung Semeru berbasis citra Sentinel-5 oleh Rizky Fitria Ramadhanni dan Lalu Muhamad Jaelani dari Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya — berkontribusi pada topik pemantauan gas vulkanik dan kualitas udara regional. Artikel kedua (6290, hlm. 47–56) memantau Total Suspended Solids dan klorofil-a secara multitemporal di Pantai Timur Surabaya menggunakan pendekatan Geo-AI oleh Arfico Rizky Hidayat dan Lalu Muhamad Jaelani dari Departemen Teknik Geomatika, ITS Surabaya — memperluas tema pemantauan lingkungan ke ranah kualitas air pesisir. Artikel ketiga (8130, hlm. 682–703) adalah tinjauan pustaka tentang pemodelan spasial suhu udara berbasis machine learning dengan integrasi data penginderaan jauh oleh David Sampelan dari Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, BMKG, Lombok — merepresentasikan korelasi BMKG-akademisi dalam advance metodologi. Artikel keempat (8215, hlm. 82–92) tinjauan kuantifikasi zona kenyamanan termal di area perkotaan tropis oleh Nurgiantoro dari Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara. Artikel kelima (8230, hlm. 76–81) tinjauan analisis spasial-temporal fluktuasi TDS dan konduktivitas listrik sebagai indikator kualitas air oleh Uswatun Chasanah dari Prodi Fisika, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur. Secara keseluruhan, 6 author dari 5 institusi tersebar di Jawa Timur (ITS Surabaya, Univ. Muhammadiyah Lamongan), NTB (BMKG Lombok), dan Sulawesi Tenggara (UHO) — dengan karakteristik yang menonjol dari volume ini adalah kuatnya kontribusi dari Teknik Geomatika ITS yang menulis 2 artikel original bertema lingkungan, serta dominasi metodologi machine learning dan Geo-AI yang mencerminkan tren terkini dalam penginderaan jauh untuk pemantauan lingkungan di Indonesia.