Tinjauan Pustaka: Metode Analisis Perubahan Morfologi Pantai
Isi Artikel Utama
Abstrak
Perubahan morfologi pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor oseanografi, iklim, geologi, dan aktivitas manusia. Kajian terhadap dinamika garis pantai penting untuk memahami risiko erosi, akresi, serta implikasinya terhadap ekosistem dan keberlanjutan wilayah pesisir. Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis mengenai metode analisis perubahan morfologi pantai periode 2000-2025 menggunakan protokol PRISMA. Sebanyak 88 artikel terpilih dianalisis dan dikelompokkan ke dalam enam pendekatan utama: DSAS/GIS, penginderaan jauh berbasis citra satelit, kombinasi statistik-geospasial, pemodelan numerik berbasis proses, survei presisi tinggi (LiDAR/UAV), serta metode berbasis data dan machine learning. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa DSAS/GIS dan citra satelit masih dominan, sementara tren terbaru bergeser menuju integrasi multi-metode dengan machine learning dan big data untuk meningkatkan prediksi spasial-temporal. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian, termasuk keterbatasan resolusi temporal dan spasial, kebutuhan validasi lapangan, serta tantangan interpretabilitas algoritma. Kajian ini diharapkan menjadi pijakan bagi penelitian selanjutnya dan mendukung kebijakan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
D. L. Revell, “Coastal geomorphology and shoreline change,” Journal of Coastal Research, vol. 18, no. 2, pp. 235–245, 2002.
P. Ruggiero, “Shoreline response to climate change and human activities,” Coastal Engineering, vol. 47, no. 4, pp. 295–312, 2003.
L. Mentaschi, M. I. Vousdoukas, J. F. Pekel, E. Voukouvalas, and L. Feyen, “Global long-term observations of coastal erosion and accretion,” Scientific Reports, vol. 8, no. 1, p. 12876, 2018.
M. I. Vousdoukas, “Coastal vulnerability and morphological response to storms,” Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 11, no. 9, pp. 2543–2557, 2011.
M. A. Z. Fuad, “Analisis perubahan garis pantai pesisir Kabupaten Gresik berbasis citra satelit multitemporal,” Jurnal Kelautan Tropis, vol. 20, no. 1, pp. 45–56, 2017.
F. Yulianto, “Pemanfaatan penginderaan jauh untuk analisis perubahan morfologi pantai di pesisir Jawa Timur,” Jurnal Ilmu Kelautan, vol. 24, no. 2, pp. 75–86, 2019.
B. W. Mutaqin, “Dinamika perubahan garis pantai di Indonesia: Studi kasus Jawa Barat,” Indonesian Journal of Geography, vol. 49, no. 1, pp. 55–67, 2017.
S. Siswanto, “Pemodelan numerik perubahan garis pantai di wilayah tropis Indonesia,” Jurnal Geomatika, vol. 29, no. 1, pp. 12–25, 2025.
M. Mahapatra, “Shoreline change analysis along the coast of South Gujarat, India, using Digital Shoreline Analysis System,” Journal of the Indian Society of Remote Sensing, vol. 42, no. 2, pp. 325–334, 2014.
R. Baral, “Shoreline change analysis using DSAS in Odisha coast, India,” Environmental Earth Sciences, vol. 77, no. 3, p. 99, 2018.
D. Kim, “Application of UAV and LiDAR for high-resolution shoreline monitoring,” Remote Sensing, vol. 9, no. 9, p. 873, 2017.
A. Gunasinghe, “Automated shoreline detection using CoastSat and Google Earth Engine,” Remote Sensing of Environment, vol. 268, p. 112763, 2022.
A. Souiri, “Deep learning approach for automated shoreline change analysis,” International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, vol. 118, p. 103345, 2025.
D. Moher, A. Liberati, J. Tetzlaff, D. G. Altman, and The PRISMA Group, “Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement,” PLoS Medicine, vol. 6, no. 7, p. e1000097, 2009.
M. E. Falagas, E. I. Pitsouni, G. A. Malietzis, and G. Pappas, “Comparison of PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar: Strengths and weaknesses,” The FASEB Journal, vol. 22, no. 2, pp. 338–342, 2008.
S. Maiti and A. K. Bhattacharya, “Shoreline change analysis and its application to prediction: A remote sensing and statistics based approach,” Marine Geology, vol. 257, no. 1–4, pp. 11–23, 2009.
A. Kroon, “Coastal morphodynamic response to seasonal wave variability,” Geomorphology, vol. 97, no. 3–4, pp. 309–321, 2008.
V. R. Shamji, “Application of numerical modeling to coastal erosion and accretion,” Coastal Engineering Journal, vol. 52, no. 1, pp. 1–23, 2010.