Pemetaan Kerentanan Banjir Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember

Main Article Content

Rani Nur Faradila

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama wilayah yang memiliki intensitas curah hujan tinggi. Kecamatan Panti merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerentanan terhadap bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Panti menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) guna mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak. Data yang digunakan meliputi Digital Elevation Model (DEM) dari laman BIG untuk analisis topografi dan elevasi, serta data curah hujan dari CHIRPS (UC Santa Barbara) untuk memetakan intensitas hujan yang berpengaruh terhadap potensi banjir. Selain itu, penelitian ini menggunakan data sekunder dalam format shapefile (SHP) yang mencakup batas administrasi, jenis tanah, buffer sungai, dan tutupan lahan yang diperoleh dari portal Indonesia Geospasial guna mendukung analisis kerentanan banjir secara komprehensif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode overlay untuk menggabungkan berbagai parameter yang mempengaruhi tingkat kerentanan banjir di wilayah penelitian. Parameter yang digunakan dalam analisis ini meliputi curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian tempat, jenis tanah, buffer sungai, serta tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Panti terbagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Wilayah dengan kerentanan tinggi terkonsentrasi di bagian selatan yang memiliki topografi datar, elevasi rendah (50-200 mdpl), serta penggunaan lahan didominasi oleh permukiman dan pertanian. Sebaliknya, wilayah utara memiliki kerentanan rendah meski curah hujannya sangat tinggi (>4000 mm/tahun) karena didukung oleh kelerengan sangat curam (>45%) dan tutupan hutan rimba yang menjaga kapasitas infiltrasi air.

Article Details

How to Cite
[1]
R. N. Faradila, “Pemetaan Kerentanan Banjir Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember”, JPJI, vol. 5, no. 1, pp. 25–34, Mar. 2026.
Section
Articles

References

[1] A. D. R. Autry and I. Ikhwan, “Analisis Penyebab Banjir di Kota Padang,” J. Ilm. Pendidik. Scholast., vol. 8, no. 1, pp. 46–50, Apr. 2024, doi: 10.36057/jips.v8i1.658.

[2] R. Valery Allen and M. Syahfitra, “Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Pemantauan Penggunaan Lahan di Kabupaten Limapuluhkota,” Atech-i, vol. 2, no. 2, pp. 40–48, Jul. 2025, doi: 10.55043/atech-i.v2i2.37.

[3] M. Djaelani, “Pemanfaatan Citra Satelit untuk Deteksi Dini Potensi Banjir di Wilayah Pesisir,” J. Kolaboratif Sains, vol. 8 No. 10, 2025.

[4] A. Priatna, B. Surya, and S. Syafri, “Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Potensi Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Tallo,” Urban Reg. Stud. J., vol. 7, no. 2, pp. 113–125, Jun. 2025, doi: 10.35965/ursj.v7i2.6060.

[5] S. W. Adriani, Z. E. Y. Anggraeni, N. M. Hidayat, and F. Gufroniah, “Analisis Potensi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir,” J. Keperawatan Muhammadiyah, vol. 7, no. 4, Dec. 2022, doi: 10.30651/jkm.v7i4.13401.

[6] P. P. Muhlisin Alahudin, Nanang Saiful Rizal, “Kajian Debit Banjir Di Bendung D . I Wringin Menggunakan Metode HSS Nakayasu , HSS Snyder Dan HEC-HMS,” Jusnal Smart Teknol., vol. 6, no. 1, pp. 121–135, 2024.

[7] M. R. Syari’I Damanik et al., “Analisis Penyebab Banjir dan Upaya Penangulangannya di Kota Binjai Selatan,” MUDABBIR J. Res. Educ. Stud., vol. 5, no. 2, pp. 3368–3375, Dec. 2025, doi: 10.56832/mudabbir.v5i2.1953.

[8] A. S. Kurnia Darmawan, Hani’ah, “Analysis of Flood Hazard Levels in Sampang District Using Overlay Method with Scoring Based on Geographic Information Systems,” J. Geod. Undip, vol. 6, no. 1, pp. 31–40, 2017.

[9] H. Rakuasa, D. A. Sihasale, M. C. Mehdila, and A. P. Wlary, “Analisis Spasial Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon,” J. Geosains dan Remote Sens., vol. 3, no. 2, pp. 60–69, Nov. 2022, doi: 10.23960/jgrs.2022.v3i2.80.

[10] R. Karonigi and G. Iriane, “Penentuan Lokasi Optimal Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kabupaten Belu dengan Metode Overlay Berbasis Sistem Informasi Geografis,” Blend Sains J. Tek., vol. 4, no. 1, pp. 12–19, Jul. 2025, doi: 10.56211/blendsains.v4i1.828.

[11] H. F. Ipan Karasius, Desi Eka Putri, Heny Mariati, “Analisis Tingkat Dan Faktor Penyebab Kerawanan Banjir Di Kecamatan Siberut Selatan,” J. Georafflesia Artik. Ilm. Pendidik. Geogr., vol. 9, no. 1, pp. 1–9, 2024, [Online]. Available: https://journals.unihaz.ac.id/index.php/georafflesia/article/view/4475

[12] R. W. Iqbal, “ANALISIS KARAKTERISTIK LAHAN DI KAWASAN LERENG MARAPI KABUPATEN AGAM,” J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 32, no. 3, pp. 167–186, 2021.

[13] D. P. T. B. Nur Etika Karyati, Latief Mahir Rachman, “Penetapan Alokasi Sawah Penerima Air Irigasi Berdasarkan Kondisi Hidroklimatologi di Daerah Irigasi Cihea,” J. Ilmu Pertan. Indones., vol. 27, no. 2, pp. 216–225, 2022, doi: 10.18343/jipi.27.2.216.

[14] D. A. P. Johana Marsela Jalianti, Nia Silvina Daulay, Siti Rahmayani, Zilvina.B, “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TANAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSEBARAN JENIS TANAH DI INDONESIA,” J. Psikososial dan Pendidik., vol. 1, pp. 899–910, 2025.

[15] P. Kusumo and E. Nursari, “Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis pada DAS Cidurian Kab. Serang, Banten,” STRING (Satuan Tulisan Ris. dan Inov. Teknol., vol. 1, no. 1, Aug. 2016, doi: 10.30998/string.v1i1.966.

[16] Najmah Fairuz Zahira, H. N. T. Putri, A. D. Lestari, and E. Nuraeni, “PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERHADAP RETENSI AIR DAN KONSERVASI TANAH DI HUTAN TROPIS: SUATU KAJIAN LITERATUR,” J. BIOSENSE, vol. 9, no. 1, pp. 283–295, Jan. 2026, doi: 10.36526/biosense.v9i1.6832.

[17] Cut Azizah, Hidayat Pawitan, Bambang Dwi Susanto, Iwan Ridwansyah, and Muh Taufik, “Sifat Fisik Tanah dan Hubungannya dengan Kapasitas Infiltrasi DAS Tamiang,” J. Tanah dan Iklim, vol. 43, no. Dooge 1973, pp. 167–173, 2019.