Perancangan Instalasi Pengolahan Karagenan berbasis Komunitas Pesisir dengan Energi Terbaharukan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Konsep ekonomi biru merupakan program pembangunan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Di desa-desa pesisir, pertumbuhan ekonomi dapat didorong dengan memilih produk berbasis lokal yang bernilai tinggi dan kompetitif, memilih proses produksi yang bersih dengan energi terbarukan dan melibatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan di Desa Talango, Pulau Poteran, Sumenep, Jawa Timur dengan memilih komoditas rumput laut sebagai komoditas utama, yang untuk selanjutnya diolah menjadi karagenan. Perancangan dan pembangunan instalasi pengolahan karagenan berbasis komunitas pesisir untuk tahap awal dilakukan pada skala laboratorium, untuk memastikan bahwa proses pengolahan karagenan dapat berjalan dengan baik dengan mencapai mutu yang baik pula. Dukungan energy listrik diperoleh melalui sumber energi terbarukan yaitu Solar Photovoltaic (PV), dan dirancang dan dipasang secara terpadu pada instalasi pengolahan karagenan. Penelitian ini didukung oleh kerjasama antara DRPM ITS Surabaya dengan Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja, Sumenep sebagai lembaga kemitraan, dan melibatkan masyarakat pesisir yang tinggal di Pulau Poteran. Pada tahap akhir dilaksanakan pelatihan kepada masyarakat pesisir dan komunitas mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja, Sumenep. Hasilnya, model instalasi pengolahan karagenan berbasis komunitas pesisir tersebut dapat menjawab tantangan upaya hilirisasi produk rumput laut, memberikan nilai tambah, mendorong kemandirian energi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Notosudjono D. Teknologi Energi Terbarukan. Bogor: UNPAK PRESS; 2017.
2. Natalia, et al. Makalah Ekologi Laut Ekosistem Rumput Laut; 2014, diakses tanggal 17 Mei 2015.
3. Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Tingkatkan ekspor rumput laut, pemerintah kembangkan
SDM pembudidaya; 2021. Diakses pada 17 Mei 2021. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/
tingkatkan-ekspor-rumput-laut-pemerintah-kembangkan-sdm-pembudidaya.
4. Vázquez-Delfín E, Robledo D, Freile-Pelegrín Y. Microwave-assisted extraction of carrageenan from Hypnea musciformis
(Cystocloniaceae, Rhodophyta). Journal of Applied Phycology 2014;26(2):1127–1133.
5. Hendarti R,WangidjajaW, Septiafani LG. A study of solar energy for an aquaculture in Jakarta. In: Proceedings of the 2nd
International Conference on Eco Engineering Development 2018 (ICEED 2018), vol. 195 of IOP Conference Series: Earth
and Environmental Science Tangerang, Indonesia: IOP Publishing; 2018. p. 012028.
6. Setiawan A, Setiawan AA. Community development in solar energy utilization to support fish farming in Sendangsari
village. Energy Procedia 2013;32:39–46.
7. Zamroni A, Laoubi K, Yamao M. The development of seaweed farming as a sustainable coastal management method in
indonesia: An opportunities and constraints assessment. In: WIT Transactions on Ecology and the Environment, vol. 150
WIT Press; 2011. p. 505–516.
8. Naseri A, Jacobsen C, Sejberg JJP, Pedersen TE, Larsen J, Hansen KM, et al. Multi-extraction and quality of protein and
carrageenan from commercial Spinosum (Eucheuma denticulatum). Foods 2020;9(8):1072.
9. Varadarajan SA, Ramli N, Ariff A, Said M, Yasir SM. Development of high yielding carragenan extraction method from
Eucheuma cotonii using cellulase and Aspergillus niger. In: Prosiding Seminar Kimia Bersama UKM-ITB VIII Bangi,
Malaysia; 2009. p. 461–469.
10. Widowati LL, Rejeki S, Yuniarti T, Ariyati RW. Efisiensi produksi rumput laut E. Cottonii dengan metode budidaya Long
Line vertikal sebagai alternatif pemanfaatan kolom air. Jurnal Saintek Perikanan 2015;11(1):47–56.
11. Farnani YH, Cokrowati N, Farida N. Pengaruh kedalaman Tanam terhadap pertumbuhan Eucheuma Spinosum pada
budidaya metode rawai. Jurnal Kelautan 2013;6(1):42–48.
12. Sjarief W, et al. Rancang Bangun Wahana Apung Multi Guna Navigasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 2023.
13. Hendri M, Rozirwan, Rezi A. Optimization of cultivated seaweed Gracilaria sp using vertikultur system. International
Journal of Marine Science 2017;7(43):411–422.