Bantuan Teknis Desain “Pawon lan Omah” untuk Meningkatkan Potensi Rumah Tradisional di Desa Sekar, Donorejo, Pacitan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pariwisata saat ini menjadi primadona untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
dan merupakan salah satu sektor penyumbang pendapatan daerah. Desa Sekar, Pacitan
merupakan kawasan yang sangat berpotensi sebagai kawasan wisata alam dan
budaya, mengingat daerah tersebut adalah daerah karst (kapur) yang banyak terdapat
gua-gua yang terbentuk secara alami yang dapat dijadikan sebagai atraksi wisata
di kawasan ini. Selain itu Desa Sekar juga memiliki potensi budaya berupa upacara
adat dan karawitan, wisata kuliner dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
dengan berbagai macam hasil produk. Namun terdapat kendala dalam upaya untuk
meningkatan kapasitas Desa Sekar menjadi desa wisata, yaitu kurangnya ketersediaan
sarana dan prasarana pendukung, khususnya untuk fasilitas penginapan dan
penyediaan kuliner bagi wisatawan yang ingin menginap. Peningkatan kualitas
rumah warga khususnya rumah tradisional menjadi homestay sekaligus tempat
penyediaan kuliner mendorong perlunya pengabdian masyarakat untuk memberikan
bantuan teknis untuk mendesain dan menata ulang rumah dan dapur untuk keperluan
tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memberikan masukan kepada
pemerintah Kabupaten Pacitan, maupun masyarakat Desa Sekar. Kegiatan ini telah
dipublikasikan di kanal youtube, berita nasional di media massa, dan telah mendapatkan
sertifikat Hak Cipta. Selain itu, desain yang telah dibuat akan diimplementasikan
pada kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Adiati MP, Basalamah A. Kondisi pariwisata berkelanjutan di bidang sosial budaya berdasar pengalaman dan harapan pengunjung di Pantai Tanjung Papuma, Jember. Binus Business Review 2014;5(1):80–90.
2. Irawan SAR, Humaira ANS, Pratiwi AE, Ain ASQ, Fikr HAN, Agustin M, et al. Pemberdayaan Desa Berbasis Pariwisata di Desa Meluwur, Kabupaten Lamongan. Sewagati 2025;9(3):575–588.
3. Rumiati AT, Gunawan J, Trisunarno L. Proses Partisipatif dalam Pemetaan Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Sekawan Sejati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sewagati 2022;5(2):176–182. https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/408.
4. Pemerintah Kabupaten Pacitan, Pemerintah Kabupaten Pacitan – Pacitan Online: Menuju Masyarakat Informasi Pacitan; 2025. Accessed: Nov. 24, 2025. https://pacitankab.go.id.
5. Dianingrum A, Letfiani E, Santosa HR, Kisnarini R, Septanti D. Design Concept of Mangrove Kampung in Surabaya based on Sustainable Ecotourism. International Journal of Engineering Research 2017;6(2):87–90.
6. Lindberg K, Hawkins DE. Ecotourism: A guide for planners and managers. The Ecotourism Society; 1993.
7. Nugraha DAE, Yuliati N, Nurhadi E, Atasa D. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Lokal Susu Sapi di Desa Kemiri Kabupaten Pasuruan. Sewagati 2024;8(6):2535–2542.
8. Zhongming Z, Linong L, Wangqiang Z, Wei L. State of the world’s cities 2012/2013: the prosperity of cities. UN-Habitat; 2012.
9. Setio Ardianto OP, Kristianto TA, Rucitra AA, Budianto CA, Fahmi A, Rahmawati D. Pengembangan Virtual Tour Wisata Lembah Mbencirang sebagai Media Promosi Online yang Interaktif dan Imersif untuk Upaya Percepatan Pemulihan Pariwisata. Sewagati 2022;6(3):288–295.
10. Wood M. Ecotourism: Principles, practices and policies for sustainability. UNEP; 2002.
11. Pemerintah Desa Sekar, Sejarah Desa Sekar; 2021. Accessed: Mar. 14, 2021. https://sekar.kabpacitan.id/first/artikel/15.