Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital dalam Menstimulasi Perkembangan Emosi Anak Usia Dini
Isi Artikel Utama
Abstrak
Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas (golden age)
yang sangat krusial bagi perkembangan emosional. Pada masa ini, anak
mulai mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain serta mengelola
emosinya dalam interaksi sosial. Perkembangan emosi yang optimal
mendukung pembentukan perilaku positif hingga usia remaja dan dewasa.
Sebaliknya, gangguan perkembangan emosi dapat menyebabkan masalah
seperti egosentrisme, isolasi sosial, dan perilaku agresif. Faktor-faktor
penyebabnya meliputi pola asuh yang tidak mendukung, kurangnya
stimulasi, serta kondisi emosional dan sosial keluarga yang tidak kondusif.
Oleh karena itu, stimulasi perkembangan emosi perlu dilakukan secara
sistematis melalui aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain peran,
mengenal emosi, dan komunikasi interaktif. Seiring kemajuan teknologi,
media pembelajaran digital menjadi alternatif menarik dan efektif. Video
animasi interaktif terbukti mampu meningkatkan kecerdasan emosional
anak secara signifikan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian
masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran digital
berbentuk video animasi interaktif yang akan digunakan oleh guru PAUD
di Kota Surabaya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman
guru mengenai media digital dan turut mendukung optimalisasi
perkembangan emosi anak usia dini
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Yanti Lubis M. Mengembangkan sosial emosional anak usia dini melalui bermain. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam
Anak Usia Dini 2019;2(1):47–58.
2. Fitri N, Adelya B. Kematangan emosi remaja dan pengentasan masalah. Jurnal Penelitian Guru Indonesia 2017;2(2).
3. Rofi’ah R. Sosial emosional anak usia 0-6 tahun dan stimulasinya menurut teori perkembangan. Az-zahra: Journal of
Gender and Family Studies 2022;3(1):1–15.
4. Sutinah S. Metode Pendidikan Keluarga Dalam Perspektif Islam. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam 2019;8(1):49–
68.
5. Chandrawaty, et al. Pendidikan Anak Usia Dini: Perspektif Dosen PAUD Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Edu Publisher;
2020.
6. van Tiel JM. Perkembangan sosial emosional anak Gifted. Jakarta: Prenadamedia Group; 2019.
7. Hurlock EB. Developmental Psychology: A Life-Span Approach. 5th ed. New York: Tata McGraw-Hill; 1980.
8. Khumaeroh I. Penggunaan media animasi untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini pada kelompok
B Di TK It Al Hikmah Tambakaji Ngaliyan Semarang Tahun 2022/2023. Jurnal Psikologi 2022;.
9. Khumaeroh S,Widjayatri D. Pola asuh orangtua generasi millenial terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini.
Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2022;2(1):1–10.
10. Jahja Y. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group; 2011.
11. Chetty R, Friedman JN, Rockoff JE. Measuring the impacts of teachers II: Teacher value-added and student outcomes in
adulthood. American Economic Review 2014;104(9):2633–2679.
12. Hamzah N. Pengembangan sosial anak usia dini. Pontianak: IAIN Pontianak Press; 2015.
13. Nuralamsyah d. Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Video untuk Guru Pendidikan Anak Usia
Dini. Sewagati 2025;.