Pelatihan Permainan Musik Tradisi Rapa’i Sebagai Sarana Penguatan Identitas Budaya Lokal Di Gampong Miruk Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gampong Miruk, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, dengan fokus pada pelatihan permainan musik tradisi Rapa’i sebagai sarana penguatan identitas budaya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah menurunnya minat dan keterampilan generasi muda dalam memainkan Rapa’i akibat minimnya pelatihan terstruktur, kurangnya media pembelajaran, dan belum adanya wadah komunitas seni yang aktif. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dasar peserta dalam memainkan pola bunyi Rapa’i (bum, preung, chik), terbentuknya komunitas seni pemuda, serta tersusunnya media pembelajaran berupa modul cetak, modul digital, dan video tutorial. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran tambahan berupa publikasi media, rencana kerja komunitas, dan agenda latihan rutin.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Karina AE. Analisis Struktur Musik Rapa’i Pasee di Biara Timu Jambo Aye Aceh Utara Provinsi Aceh. Lentera: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi 2014;14(9):85–92.
2. Adzan NK, Barnawi E, Juwita DT. Pelatihan Musik dan Tari Sigeh Penguten untuk Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Tingkat SMP se-Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Sumbangsih 2021;2(1):189–196.
3. Manalu NA, Pratama HN. Pembelajaran Tari Kreasi Melalui Media Audio Visual di Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Jantho. Abdimas: Mahakam Journal 2022;6(1):1–18.
4. Erlinda, Rozak A. Eksplorasi Extended Technique Vokal Aceh dengan Sentuhan Musik Elektronik dalam Upaya Memperkuat Rasa Identitas Budaya Lokal Aceh. Grenek: Jurnal Seni Musik 2025;14(1):104–113. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/grenek/article/view/65489.
5. Pratama HN, et al. Tari Seudati Inong di Kabupaten Aceh Besar: Identifikasi Bentuk Koreografi. DESKOVI: Art and Design Journal 2023;6(1):61–67. https://www.researchgate.net/publication/372111468_Tari_Seudati_Inong_di_Kabupaten_Aceh_Besar_Identifikasi_Bentuk_Koreografi.
6. Armiwal, Suhaibah. Peranan Keuchik Terhadap Kelancaran Administrasi Gamping Menurut Qanun Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pemerintah Gampong. Jurnal Sains Riset (JSR) 2019;9(2):65–72. https://journal.unigha.ac.id/index.php/JSR/article/download/116/109.
7. Rozak A, Rahman S. Diskografi Musik Berbasis Digital Pada Pertunjukan Uroeh Rapai Pasee. Grenek: Jurnal Seni Musik 2024;13(2):142–158.
8. Rozak A, et al. Variabilitas Ritme Musikal Kesenian Alee Tunjang di Aceh Utara. Deskovi: Art and Design Journal 2024;7(2):179–188.
9. Putra RMD, Denada B, Rozak A. Pengenalan Musik Tradisional Dalam Program Ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Kota Langsa. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ISBI Aceh; 2024.
10. Kusumaningrum YP, Hardjono N. Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tematik. Jurnal Pendidikan Dasar 2018;9(2):1–10.
11. Nursidqiyah AL, Gunara S. Pendidikan Musik Berbasis Komunitas: Pendekatan Sekolah Alam untuk Pemberdayaan Anak Jalanan di Bandung. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik 2024;6(2):158–173.