Edukasi Potensi Kebencanaan dan Upaya Mitigasi Bencana Alam Melalui Kelas Inspirasi Kebumian di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terletak pada zona patahan aktif berarah barat laut–tenggara (NW–SE) yang menjadikannya memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi dan tanah longsor. Kondisi tersebut menuntut peningkatan literasi kebencanaan masyarakat melalui pendekatan edukatif yang berbasis geosains. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap potensi bahaya geologi melalui program Kelas Inspirasi Kebumian. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan geologi permukaan, survei gravitasi, dan pengukuran magnetik untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta zona patahan aktif di wilayah penelitian. Hasil survei diintegrasikan ke dalam media pembelajaran interaktif yang disampaikan melalui kegiatan ceramah, diskusi, dan demonstrasi visual. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata nilai pemahaman peserta mencapai 72,41 dari 100, menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi kebumian dan kesadaran mitigasi bencana. Program ini terbukti efektif dalam memperkenalkan konsep geosains secara kontekstual dan aplikatif, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi kebencanaan berbasis geosains yang berkelanjutan di wilayah rawan bencana lainnya
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Yuwanto SJ, Ridwan M. Studi zona alterasi daerah Argotirto dan sekitarnya, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. In: Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan V; 2017. .
2. Maulana E, Wulan TR. Pemetaan multi-rawan Kabupaten Malang bagian selatan dengan menggunakan pendekatan bentangalam. In: Simposium Nasional Sains Geoinformasi IV; 2015. .
3. Desmonda NI, Pamungkas A. Penentuan zona kerentanan bencana gempa bumi tektonik di Kabupaten Malang wilayah selatan. Jurnal Teknik Pomits 2014;3(2).
4. Anggarawan A, Herawati BC, Wardhana H, Suhendra E, Soraya S, Dasriani NGA. Membangun Cita-Cita Siswa Sekolah Dasar Melalui Kelas Inspirasi. Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat 2023;2(2):95–102.
5. Yunas B, Ramadhi R, Alius M. Mengintegrasikan Mitigasi Bencana Terhadap Siswa/i Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas pada Kegiatan Pesanten Ramadhan. Risalah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024;1(1):53–60.
6. Wulandari F, Rahmat HK. Tingkat Resiliensi Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Lumajang Pasca Bencana Erupsi Gunung Semeru Tahun 2021. Contiguity: Jurnal Psikologi 2024;20(2):10–19.
7. Nahrowi TY. Geologi Pegunungan Selatan Jawa Timur. Bagian Eksplorasi PPTMGB Lemigas; 1978.
8. Sari RI, Elnando R, Indra N, Rahayu G, Sari S, Khairunnisa M, et al. Pengukuran rekahan pada batuan sedimen di Sungai Cipogo Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Buana: Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial 2020;4(5):2615–2630.
9. Widagdo A, Pramumijoyo S, Harijoko A. Kontrol struktur geologi terhadap kemunculan Formasi Nanggulan di daerah Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Jurnal GEOSAPTA 2020;6(2):97.
10. Erviantari D, Sarkowi M. Studi identifikasi struktur bawah permukaan dan keberadaan hidrokarbon berdasarkan data anomali gaya berat pada daerah Cekungan Kalimantan Tengah. Jurnal Geofisika Eksplorasi 2014;2(1):12–20.
11. Telford WM, Geldart LP, Sheriff RE. Applied Geophysics. 2nd ed. Cambridge: Cambridge University Press; 1990.
12. Hinze WJ, Von Frese RRB, Saad AH. Gravity and Magnetic Exploration: Principles, Practices, and Applications. Cambridge: Cambridge University Press; 2013.
13. Selley RC, Sonnenberg SA. Methods of exploration. In: Elements of Petroleum Geology, 4th ed. Academic Press; 2023. p. 43–166.
14. Sujanto, Hadisantono R, Kusnama, Chaniago R, Baharuddin R. Peta Geologi Lembar Turen, Jawa Timur; 1992. Direktorat Geologi / Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.