Revitalisasi Motif Kuno Dan Pelatihan Membatik Muda Untuk Meningkatkan Usaha Ekonomi Masyarakat Yang Berkelanjutan Di Desa Kemiren Banyuwangi

Isi Artikel Utama

Luchman Hakim
Widha Kusumaningdyah
Brian Rahardi
Titanio Auditya Pribadi

Abstrak

Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi memiliki kekayaan budaya yang perlu dijaga kelestariannya, salah satunya Adalah batik Kemiren. Hal ini mendorong perlunya dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk melakukan identifikasi dan mengkaji motif batik Kemiren yang perlu dilakukan revitalisasi, peningkatan pengetahuan terkait motif batik kuno, serta peningkatan keterampilan membatik pada generasi muda di Desa Kemiren. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi: 1) Identifikasi bersama mitra dalam menentukan jenis motif batik Kemiren yang perlu dilakakukan revitalisasi, 2) Kegiatan sosialisasi materi batik dan revitalisasi motif batik Kemiren, 3) Pelaksanaan proses pembuatan batik dengan Teknik canting dan cap. Peserta dari kegiatan ini Adalah masyarakat desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi. Peserta diberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui perbedaan pemahaman terkait kegiatan yang dilaksanakan sebelum dan sesudah pelaksanaan. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Kemiren, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait proses membatik pada Masyarakat desa Kemiren dalam mengikuti kegiatan. Instrumen berupa buku batik Banyuwangi yang telah disusun, juga membantu masyarakat dalam  mendesain motif revitalisasi batik kuno Banyuwangi. Melalui hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan sangat diperlukan dalam meningkatkan sumber daya manusia yang kreatif di Banyuwangi

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hakim, L., Kusumaningdyah, W., Rahardi, B., & Pribadi, T. A. (2026). Revitalisasi Motif Kuno Dan Pelatihan Membatik Muda Untuk Meningkatkan Usaha Ekonomi Masyarakat Yang Berkelanjutan Di Desa Kemiren Banyuwangi. Sewagati, 10(3), 633–644. https://doi.org/10.12962/j26139960.v10i3.9332
Bagian
Articles

Referensi

1. Abdullah A, Asshiddiqi AR, Arviandi F, Isnaini R, Meilani T, Antonia VJ. Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Indonesia Serta Tantangan Dalam Mempertahankan Rasa Nasionalisme. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia 2024;1(10):6866–6871.

2. Kusrianto A. Batik Filosofi, Motif dan Kegunaan. Yogyakarta: ANDI Publisher; 2013.

3. Wahidin D, Armawi A, Kodiran. Transformasi Industri Kreatif Batik Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Kerajinan Kain Batik (Studi di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional 2019;25(3):348–372.

4. Suliyanto, Novandari W, Setyawati SM. Persepsi Generasi Muda Terhadap Profesi Pengrajin Batik Tulis di Purbalingga. Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2015;18(1):135–144.

5. Saputra MUN, Prasetyo KB. Reproduksi Budaya Batik Milenial: Upaya Pelestarian dan Inovasi Batik Tradisional di Identix Batik Semarang. JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education 2023;4(2):126–140.

6. Eka M. Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Adat Osing Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur; 2021.

7. Syahrurridhani A, Kusumawardani AAS, Ongko ES. Kajian Motif Batik Gajah Oling Dalam Busana Tari Gandrung Khas Banyuwangi Dengan Pendeketan Etnosemiotika dan Estetika. Jurnal Kajian Seni 2022;9(1):41–56.

8. Nabila RI. Pengembangan Ekonomi Kreatif Batik Banyuwangi (Studi Pada Kabupaten Banyuwangi); 2016.

9. Yeni A, Sugiyamin S. Inovasi Motif Pace Batik Cap Upcycle Limbah Kertas Pada Kain Kombinasi Lurik. CILPA: Jurnal Pendidikan Seni Rupa 2024;9(1):1–16.

10. Faruq MYA. Batik Anomart Media Arts Education Creativity and Appreciation: Case Study UKM Batik Anomart in Kartasura. Jurnal Pendidikan Seni Rupa 2020;5(1):1–7.

11. Ghartey KE, Amartey EB, Acquaye R. Socio-Cultural Challenges of Small and Medium-Scale Batik and Tie-Dye Industry in Ghana. Journal of Textile Science and Technology 2022;8(3):133–147.

12. Candra PH, Widita A, Maulida FH, Shanti M, Kusuma YB. Rebranding of Malangan Batik as a Symbol of Malang’s Cultural Identity through Value Chain Analysis. E3S Web of Conferences 2023;426:1–6.

13. Roziqin A, Retnandari ND, Fajrina AN, Sihidi IT, Kamil M. The Local Government and Creative Industry. Jurnal Bina Praja 2021;13(3):419–429.

14. Titisari B, Riyadi S. Rapid Prototyping as an Experimentation Method of Designing Tools to Improve the Quality and Variety of Stich-Resist Dyed Motifs. In: Proceedings of the 2nd International Conference on Art, Craft, Culture and Design (ICON-ARCCADE 2021); 2021. p. 1–10.

15. Arfan N, Kusumawati N, Nugraha AR. Optimization of Sustainable Batik Business Practice in Koperasi Anugerah Batik, Ciwaringin Village, Indonesia. International Journal of Research in Business and Social Science 2022;11(7):35–46.

16. Paramita RWD, Rizal N, Sulistyan RB, Taufiq M, Dimyati M. Optimizing the Creative Industry Through the Development of The Triple Helix Model. IJEBD: International Journal of Entrepreneurship and Business Development 2021;4(5):1–10.