Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tuban melalui Sinergitas Program dan Kolaborasi Multi Stakeholder

Main Article Content

Yuliani
Eko Budi Santoso

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang dihadapi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Presentase kemiskinan di Kabupaten Tuban berada pada peringkat lima tertinggi di Jawa Timur sebesar 14,91% atau sebanyak 177.250 jiwa pada tahun 2023. Berbagai program penanganan kemiskinan telah diupayakan, namun masih belum optimal dan belum spesifik menyasar masyarakat miskin. Permasalahan efektivitas program dikarenakan kurangnya sinergitas dan integrasi program antarstakeholder. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi sinergitas program dan kolaborasi multi stakeholder untuk percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Metode eksploratori digunakan dalam penelitian ini melalui analisis stakeholder, Critical Success Factor (CSF) dan Social Network Analysis (SNA). Analisis yang dilakukan berdasarkan hasil wawancara kepada stakeholder terkait. Analisis stakeholder berguna untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder, yang hasilnya mengelompokkan stakeholder menjadi empat kategori, yaitu players, subjects, context setters, dan crowd. Sedangkan analisis CSF dan SNA dilakukan untuk memetakan kondisi kolaborasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Implementasi kolaborasi stakeholder dalam upaya pengetasan kemiskinan menggunakan pendekatan kolaborasi hexahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, perusahaan, organisasi non pemerintah, media, dan masyarakat. Implementasi kolaborasi program pengentasan kemiskinan berfokus pada lima faktor, yaitu penyediaan basis data terpadu kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan kantong-kantong kemiskinan, dan stabilisasi harga.

Article Details

Section
Articles