Isi Artikel Utama

Abstrak

Pendekatan OVOP (One Village One Product) merupakan konsep dalam pengembangan ekonomi wilayah yang mengarahkan suatu wilayah/desa mampu menciptakan suatu produk khas yang bercirikan lokal dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya lokal yang dimilikinya serta berdaya saing global. Dalam mendorong implementasi OVOP di Indonesia, kebijakan dan program yang mendukungnya ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2008. Pendekatan OVOP mengandalkan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai ujung tombak dalam menghasilkan produk unggulan desa/wilayah. Namun, hingga kini implementasi OVOP di daerah masih sering menemukan kendala, terutama pada penguatan kapasitas pelaku usaha dalam menciptakan produk unggul yang berdaya saing global. Pada tahun 2017 telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masayrakat melalui identifikasi komoditas unggulan dengan pendekatan OVOP di Kabupaten Karangasem. Hasilnya adalah terdapat 11 jenis produk unggulan yang diproduksi oleh UMKM yang tersebar di 8 kecamatan yang hanya memiliki skala pemasaran sebagian lokal. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Karangasem didominasi oleh kegiatan UMKM ini dengan karakteristik modal kecil, tenaga kerja sedikit, manajemen/pengelolaan yang sederhana, serta teknologi yang juga masih sederhana. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27.709 orang. Peran UMKM ini strategis sebagai penopang perekonomian wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karangasem. Namun, kendala promosi dan strategi pemasaran produk menjadi hambatan utama sektor UMKM ini. Oleh karena itu, perlunya penguatan sektor UMKM terutama dalam hal pemasaran produk melalui penerapan E-Commerce. E-Commerce adalah platform aktifitas jual-beli barang atau jasa melalui komputer dan jaringan internet. Penerapan e-commerce dilakukan di banyak negara-negara berkembang dan berhasil meningkatkan produktifitas, menjangkau pasar lebih luas, dan kesempatan penjualan yang lebih baik sehingga juga meningkatkan daya saing global. Implementasi OVOP di Karangasem dapat diperkuat dengan sebuah platform Information and Communication Technology (ICT) berupa e-commerce atau perdagangan elektronik. Beberapa manfaat e-commerce diantaranya dapat menambah jangkauan pemasaran dan jumlah konsumen, mempermudah promosi produk, mengurangi rantai distribusi pemasaran barang, mempermudah interaksi antara penjual dan pembeli termasuk mendapat saran dari pembeli, dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi. Dengan penerapan e-commerce, maka sektor UMKM diharapkan dapat mengaplikasikan bisnis/usaha yang berkelanjutan dan bersaing secara global berdasarkan prinsip-prinsip OVOP.

Kata Kunci

E-Commerce UMKM OVOP

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Eddy Purnama, I. K. ., Ariastita, P. G. ., Erli Handayeni, K. D. M. ., & Susiki Nugroho, . S. M. . . (2022). Penerapan E-Commerce untuk Penguatan UMKM Berbasis Konsep One Village One Product di Kabupaten Karangasem. Sewagati, 2(2), 85–90. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/312

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama