Pendampingan Peningkatan Kapasitas Tenaga SDM Perencana BAPPEDA LITBANG Kabupaten Tuban
Isi Artikel Utama
Abstrak
Dalam mengimplementasikan rencana pembangunan di Kabupaten Tuban, diperlukan SDM yang berkompeten dan unggul sehingga dapat merancang strategi dan rencana yang sesuai dengan potensi dan kondisi daerah. Kemampuan menyusunan perencanaan pembangunan daerah yang efektif sangat diperlukan, sehingga BappedalitbangKabupaten Tuban perlu pelatihan dan pendampingan untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan SDM yang ada serta meningkatkan kapasitas tenaga perencana. Tim Pengabdi Dosen berupaya untuk melakukan pelatihan SDM Perencana kepada Bappedalitbang. Metode yang diterapkan dalam pelatihan
berupa tiga metode yaitu metode simulasi, metode kualitatif sebagai acuan pelatihan, dan metode kuantitatif sebagai penunjuk hasil evaluasi. Pelatihan ini juga menggunakan andragogi untuk mengeksplorasi pengalaman peserta pelatihan. Hasil pemahaman SDM setelah dilakukan sesi pemaparan materi dan sesi diskusi menunjukan bahwa rata-rata hasil post test adalah 88, dari yang sebelumnya dilakukan pre test dengan rata-rata sebesar 58. Hasil post test dari pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman SDM Perencana Bappedalitbang Kabupaten Tuban.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban. Kabupaten Tuban dalam Angka 2023. Tuban: BPS Kabupaten Tuban; 2023. https://tubankab.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/24003ee2ffbceb89ee898b24/kabupaten-tuban-dalam-angka-2023.html.
2. Nasir M. Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Dalam Melaksanakan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2023. Jurnal Government, Policy and Public Administration 2023;1(2):22–33.
3. Singh A, Chawla S. Focus Group Discussion: An Emerging Qualitative Tool for Educational Research. International Journal of Research and Review 2024;11(9):272–278.
4. Afiyanti Y. Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia 2008;12(1):58–62.
5. Delevic M. Guide to the Logical Framework Approach: A Key Tool for Project Cycle Management. Serbia: Government European Integration Office; 2011.
6. Riswandi IDC, Herlambang A. Evaluasi Kinerja Pembangunan Program Kerja Base Transceiver Station (BTS) Menggunakan Logical Framework Analysis Studi Pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) KOMINFO. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer 2019;3(3):2685–2692.
7. Yuliani I. Manajemen Sumber Daya Manusia. Depok: Rajawali Pers; 2023.
8. Sutrisno E. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana; 2009.
9. Sjafrizal S. Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Era Otonomi. Jakarta: Rajawali Pers; 2014.
10. Adisasmita R. Pembangunan Wilayah: Konsep dan Teori. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2013.
11. Riyadi D, Bratakusumah DS. Perencanaan Pembangunan Daerah: Strategi Menggali Potensi dalam Mewujudkan Otonomi Daerah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2004.
12. Haryanto JT. Analisis Keselarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik 2017;8(1):45–58.