Pendirian Spin-off Kafe Kebon Tunggul: Sebuah Studi Observasi pada Kafe Titik Temu Kebontunggul - Desa Wisata Kebontunggul

Isi Artikel Utama

Dewie Saktia Ardiantono
Syarifa Hanoum
Mariyanto
Bustanul Arifin Noer
Salsabila Usra
Larassayu Arvaneira Avanthe
Dipa Ontowiryo Kusumo
Annisa Kintan Sari
Yuninda Nur Aini
Achmad Amin Faizal
Jihan Fatimah
Zahril Maulana Jilham Al’ula
Destisa Zahra Nursiya
Saviera Mutiara Putri

Abstrak

Tren agrowisata di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pengembangan pariwisata dikembangkan dengan berbagai pendekatan ekonomi meliputi berbagai aspek mulai dari sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan usaha lokal. Untuk mencapai keberlanjutan pariwisata, tidak hanya pihak-pihak tertentu saja yang bertanggungjawab untuk mengusahakan keberlanjutan tersebut. Pada tahun 2022, pemerintah desa Kebontunggul berencana untuk mengembangkan wisata tanaman obat keluarga (TOGA) di Lembah Mbencirang yang menjadi produk unggulan dari desa Kebontunggul, Mojokerto. Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) berencana untuk mendirikan kafe dengan beberapa tenant untuk menunjang pendirian wisata tersebut, Penelitian ini berfokus pada pengembangan konsep usah kafe Kebontunggul untuk menarik minat wisatawan serta usulan spin-off dari BUMDES sehingga dapat menjalankan operasional bisnisnya secara mandiri sebagai upaya untuk dapat mengembangkan kafe serta tempat wisata Titik Temu Kebontunggul secara masif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melihat, mengamati, dan juga menganalisis kondisi lingkungan Desa Kebontunggul yang dapat dijadikan potensi dalam pengembangan kafe serta menjabarkan konsep usaha dalam Business Model Canvas (BMC) dan usulan spin-off kafe.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ardiantono, D. S., Hanoum, S., Mariyanto, Noer, B. A., Usra, S. ., Avanthe, L. A. ., … Putri, S. M. . (2023). Pendirian Spin-off Kafe Kebon Tunggul: Sebuah Studi Observasi pada Kafe Titik Temu Kebontunggul - Desa Wisata Kebontunggul. Sewagati, 7(4), 529–540. https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i4.536
Bagian
Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama