Peningkatan Kapasitas Belajar Mandiri Siswa melalui Pendekatan Self-directed Learning sebagai Upaya Kesiapan Menuju Pendidikan Tinggi bagi Siswa SMA IT Al-Uswah Surabaya

Isi Artikel Utama

Fithriyah Cholifatul Ummah
Hilmy Abyan Utama
Sakina
Sherly Yolanda
Samsriyaningsih Handayani
Maftuchah Rochmanti
Hermanto Tri Joewono
Lilik Herawati
Cecilia Felicia Chandra
Evi Fuji Andini

Abstrak

Pendahuluan: Kapasitas belajar mandiri merupakan kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan. Namun, kesulitan siswa dalam mengenali potensi diri, mengatur waktu belajar, dan juga merancang strategi belajar mandiri di masa sekolah menengah atas, dapat berdampak pada kesiapan siswa dalam memasuki pendidikan tinggi yang lebih menekankan pada pembelajaran dewasa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada pengembangan keterampilan belajar mandiri berbasis Self-directed Learning (SDL). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di SMAIT Al Uswah Surabaya dengan melibatkan 113 siswa kelas XI dan guru pengajar kelas XI. Metode kegiatan meliputi: 1) Sosialisasi dan diskusi kepada guru dan siswa, 2) Pelatihan keterampilan belajar mandiri dan pengukuran SDL-Readiness bagi siswa, 3) Penyusunan Modul SDL, 4) Monitoring dan Evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa siswa SMAIT Al Uswah Surabaya memiliki kesiapan yang tinggi untuk menerapkan keterampilan belajar mandiri, Mean SDL-Readiness: 114.36 (Cronbach’s alpha: 0.917). Siswa juga mampu belajar mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Distraksi digital dari media sosial dan minimnya kebiasaan reflektif didapatkan sebagai tantangan penerapan belajar mandiri. Kesimpulan: Siswa memiliki potensi kuat untuk menjadi pembelajar mandiri. Kemampuan refleksi diri diperlukan untuk mengelola proses belajar mandiri secara efektif. Guru sebagai fasilitator berperan penting untuk menciptakan lingkungan belajar reflektif, kolaboratif, dan mendukung otonomi siswa.


Kata kunci:


Belajar Mandiri, Persiapan Pendidikan Tinggi, Prestasi Akademik, Sekolah Menengah Atas, Self-directed Learning

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Cholifatul Ummah, F., Utama, H. A., Sakina, Yolanda, S., Handayani, S., Rochmanti, M., … Andini, E. F. (2026). Peningkatan Kapasitas Belajar Mandiri Siswa melalui Pendekatan Self-directed Learning sebagai Upaya Kesiapan Menuju Pendidikan Tinggi bagi Siswa SMA IT Al-Uswah Surabaya. Sewagati, 10(2), 427–435. https://doi.org/10.12962/j26139960.v10i2.9282
Bagian
Articles

Referensi

1. SMAIT Al Uswah. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al Uswah; 2012. Accessed: 2025-07-14. https://smait.aluswahsby.sch.id/.

2. Knowles MS. Self-directed learning: A guide for learners and teachers. Chicago: Association Press; 1975.

3. Knowles M. The adult learner: A neglected species. Houston, TX: Gulf Publishing; 1973.

4. Guglielmino LM. Self-Directed Learning Readiness Scale; 1977. Accessed: 2025-06-04. https://www.lpasdlrs.com/.

5. Zsiga PL, Webster M. Why should secondary educators be interested in self-directed learning. International Journal of Self-Directed Learning. 2007;4(2):58–68.

6. Doyle T. Helping students learn in a learner-centered environment: A guide to facilitating learning in higher education. Taylor & Francis; 2023.

7. Van Woezik TE, Koksma JJ, Reuzel RP, Jaarsma DC, Van Der Wilt GJ. There is more than ‘I’ in self-directed learning: an exploration of self-directed learning in teams of undergraduate students. Medical Teacher. 2021;43(5):590–598.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama