Optimalisasi Kampung Wisata Majapahit di Desa Bejijong sebagai Desa Wisata Geoheritage Berkelanjutan dengan Cara Mendorong Partisipasi Masyarakat untuk Meningkatkan Destination Branding Optimizing Majapahit Tourism Village in Bejijong Village as a Sustainable Geoheritage Tourism Village by Encouraging Community Participation to Enhance Destination Branding
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto, yang memiliki potensi sebagai desa wisata berbasis geoheritage dan budaya Majapahit. Permasalahan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya yang terkandung dalam elemen fasad rumah bergaya Majapahit, serta kurangnya media informasi yang mendukung destination branding. Untuk mengatasi hal tersebut, strategi yang diterapkan adalah membangun kesadaran (awareness) melalui dua taktik: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan perwakilan masyarakat tentang makna simbol budaya Majapahit, dan (2) pengadaan media informasi berupa papan infografis yang menjelaskan elemen fasad rumah dan nilai budayanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan siklus To Know, To Understand, To Plan, To Act, dan To Change, yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap simbol budaya, partisipasi dalam pemasangan papan infografis, serta dukungan wisatawan terhadap media edukasi visual. Media ini efektif memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan daya tarik wisata. Rekomendasi ke depan adalah melanjutkan tahapan pemberdayaan ke tahap penguatan (empowering) melalui pengembangan media digital, produk kreatif, dan paket wisata tematik untuk memperkuat branding Desa Bejijong sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Endah K. Pemberdayaan Masyarakat Menggali Potensi Lokal Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan 2020;6(1):135–143.
2. Mukaddas J. Analisis Kelembagaan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kawasan Daerah Perlindungan Laut Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan 2021;1(1):77–84.
3. Ardianti Y, Eprilianto DF. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism. Publika 2022;10(4):1269–1282.
4. Putri DP, Suminar T. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Pada Desa Wisata “Kampung Kokolaka” Kelurahan Jatirejo Kota Semarang. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya 2023;3(2):93–103.
5. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Fash Muslim (Modest Fashion). Kemenparekrafgoid 2021;(3):1.
6. Suharto E. Membangun Masyarakat Membangun Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Sosial dan Pekerja Sosial. Bandung: Refika Aditama; 2006.
7. Irawan E. Model Perencanaan Sumber Daya Manusia Serta Repositioning Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia: Suatu Kajian Literatur. Jurnal Ekonomi Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023;2(2):1–12.
8. Febriyanto AK. Kesesuaian Program Pengembangan Pariwisata Dengan Kebutuhan Masyarakat (Studi Tentang Kampung Majapahit Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto); 2019. https://repository.unair.ac.id/96513/.
9. Septiani AN. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Kampung Majapahit Sebagai Desa Wisata (Studi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Kabupaten, Mojokerto). Publika 2019;7(7):32–25.
10. Jamalina IA, Wardani DTK. Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Dan Manfaat Sosial Dan Ekonomi Bagi Masyarakat Di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan 2017;18(1):71–85.
11. Herrera-Franco G, Carrión-Mero P, Montalván-Burbano N, Caicedo-Potosí J, Berrezueta E. Geoheritage and Geosites: A Bibliometric Analysis and Literature Review. Geosciences 2022;12(4):1–23.
12. Wildani A, Yulian Pasha C, Caryoadi Y, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Grobogan. Kajian Identifikasi Potensi Geoheritage Kabupaten Grobogan. Research Journal 2024;1(2):1–18.
13. Berliandaldo M, Fasa AWH. Pengelolaan Geowisata Berkelanjutan Dalam Mendukung Pelestarian Warisan Geologi: Perspektif Collaborative Governance. Inovasi 2022;19(1):79–97.
14. Sunan HL, Purnomo WH, Chasanah N, Sugiyanto G, Adhiana TP, Susilawati H, et al. Kelayakan Geosite dan Geomorphosite Kawasan Desa Wisata Limbasari sebagai Potensi Geowisata Desa Limbasari. Indonesian Journal of Community Services 2020;2(2):109.
15. Indriani Y, Firmansyah H, Firmansyah ED, Priyo D. Upaya Peningkatan Aksesibilitas Geowisata Desa Jari melalui Pembuatan Papan Petunjuk Lokasi Geosite Selo Gajah & Banyu Wedang. Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025;5(1):610–619.
16. Herdiana D. Peran Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. JUMPA (Jurnal Master Pariwisata) 2019;p. 63.
17. Hartadji DK. Peran Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Abdimas Pariwisata 2024;5(2):81–83.
18. Rusyidi B, Fedryansah M. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial 2018;1(3):155–165.
19. Aji GG, Huda MA, Setianingrum MV, Indrajayani GG, Napitupulu PA. Pengembangan Inovasi Teknologi Berbentuk Website Direktori sebagai Upaya Branding Desa Wisata di Jawa Timur. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK 2024;20(1):13–30.
20. Afandi A, Laily N, Wahyudi N, Umam MH. Metodologi Pengabdian Masyarakat. 1st ed. Suwedi S, Basir A, Jarot W, editors. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI; 2022.