Implementasi Fish Freezer Terintegrasi Battery Storage Berbasis Photovoltaic Untuk Menunjang Kebutuhan dan Kesejahteraan Nelayan di Pulau Bawean
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pulau Bawean merupakan pulau yang terletak di Laut Jawa yang berjarak sekitar 80 mil atau 120 Km sebelah utara Gresik. Pulau Bawean memiliki jumlah penduduk sebanyak 80.289 jiwa pada tahun 2020. Apabila ditinjau dari segi kemaritiman, Pulau Bawean ini dikelilingi oleh fishing ground seluas 27.000 km2. Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini memiliki potensi kelautan dan energi surya yang besar. Masyarakat Bawean, yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, mengalami kendala pasokan listrik untuk penyimpanan hasil tangkapan ikan, terutama saat terjadi pemadaman listrik. Sebagai solusi, diusulkan integrasi freezer dan kulkas dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Sistem ini bertujuan memenuhi kebutuhan listrik pengepul ikan agar meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas hasil tangkapan. Potensi energi surya di Pulau Bawean mencapai rata-rata intensitas radiasi 5,5 kWh/m² per hari, menjadikannya sumber energi alternatif yang tepat. Rangkaian kegiatan meliputi survei lokasi, pengadaan dan pemasangan sistem photovoltaic, serta edukasi masyarakat mengenai manfaat energi terbarukan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penyediaan suplai listrik dari energi surya, bahkan saat pemadaman, dengan dukungan baterai untuk cadangan malam hari. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan mengurangi emisi melalui pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap energi ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Maghrobbi MZ, Karakteristik Wilayah Pesisir Pulau Bawean. Surabaya; 2020.
2. BPS Kabupaten Gresik. Kabupaten Gresik dalam Angka 2021. Gresik: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik; 2021.
3. Rijal S, Pemetaan Pencaharian Masyarakat Pulau Bawean; 2014.
4. Chen J, Dowman I, Li S, Li Z, Madden M, Mills J, et al. Information from imagery: ISPRS scientific vision and research
agenda. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing 2016;115:3–21.
5. Schmalstieg D. The Remote Rendering Pipeline. PhD thesis, Vienna University of Technology; 1997.
6. BPOM. Peraturan BPOM No HK.03.1.23.04.12.2205 tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan
Industri Rumah Tangga. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2012.
7. Box GEP, Hunter WG, Hunter JS. Statistics for Experimenters: An Introduction to Design, Data Analysis, and Model
Building. New York: John Wiley & Sons; 1978.
8. Purwanto I. Solar Cell (Photovoltaic/PV) Solusi Menuju Pulau Mandiri Listrik. Jakarta: Universitas Trisakti; 2020.
9. Yuwono B, Optimalisasi Panel Sel Surya dengan Menggunakan Sistem Pelacak Berbasis Mikrokontroller AT89C51.
Surakarta; 2005.
10. Ibrahim M, et al. Analisis kinerja modul photovoltaic monokristalin di bawah berbagai kondisi lingkungan. Jurnal Energi
Terbarukan 2020;135:102–115.
11. Reddy S, et al. Studi komparatif antara sistem photovoltaic monokristalin dan polikristalin. Jurnal Energi Surya
Internasional 2021;148:23–30.
12. Chen H, et al. Manajemen energi untuk sistem photovoltaic on-grid dan off-grid: Tinjauan. Jurnal Penyimpanan Energi
2019;25:100–110.
13. Sharma P, et al. Sistem photovoltaic hybrid untuk elektrifikasi pedesaan: Studi kasus. Kebijakan Energi 2022;164:112–120.
14. Luo X, Wang J, Dooner M, Clarke J. Overview of current development in electrical energy storage technologies and the
application potential in power system operation. Applied Energy 2015;137:511–536.
15. Aneke M, Wang M. Energy storage technologies and real life applications – A state of the art review. Applied Energy
2016;179:350–377.
16. Zakeri B, Syri S. Electrical energy storage systems: A comparative life cycle cost analysis. Renewable and Sustainable
Energy Reviews 2015;42:569–596.