Pengembangan Jalur Wisata Budaya Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto Berbasis Network Strategy

Penulis

  • Siti Nurlaela Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Vely Kukinul Siswanto Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Eko Budi Santoso Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Yuni Setyaningsih Departemen Studi Pembangunan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Fadil Handika Prasetyo Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Reppy Agung Saputro Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Gde Abhichanika Pranata Dyaksa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Galuh Ajeng Pramesti Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Agil Achmad Kurniawan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

Kata Kunci:

Majapahit Trowulan, Network Strategy, wayfinding, Transportasi Publik, Wisata Budaya

Abstrak

Potensi destinasi wisata bersejarah di Kecamatan Trowulan menjadikan wilayah ini ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional serta prioritas pertama pembangunan kawasan strategis pariwisata berdasarkan RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021-2026. Sayangnya, pengembangan objek daya tarik wisata (ODTW) yang ada di Kecamatan Trowulan belum merata dan terintegrasi secara penuh. Melalui network analysis yang diintegrasikan dengan metode cluster analysis, pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menghasilkan output dalam pengembangan jalur wisata. Pengembangan prioritas akan berfokus pada cluster yang terpusat sebagai rencana pengembangan lima tahun pertama, meliputi sepuluh objek daya tarik wisata (ODTW) di Kecamatan Trowulan. Kesepuluh ODTW ini akan dihubungkan dengan rute feeder. Feeder sendiri merupakan angkutan umum yang direncanakan beroperasi secara berkala dan disesuaikan dengan jam operasional ODTW yang ada. Sementara itu, penentuan titik transit didasarkan atas keterjangkauan antar ODTW dengan toleransi jarak kurang dari 500 m pelayanan sehingga menghasilkan 6 titik transit dan 1 pemberhentian utama. Indikator waktu yang didapat melalui kecepatan fungsi jalan dan kondisi traffic eksisting menjadi input dalam estimasi waktu tempuh feeder yang nantinya digunakan dalam penentuan jumlah kapasitas feeder yang beroperasi. Melalui pendekatan stakeholder yang dilakukan dalam pengabdian ini, diharapkan pemerintah setempat memiliki gambaran mengenai pemetaan dan rencana program yang akan dilakukan dalam pengembangan pariwisata yang ada.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-20

Cara Mengutip

Nurlaela, S. ., Siswanto, V. K. ., Santoso, E. B. ., Setyaningsih, Y. ., Prasetyo, F. H. ., Saputro, R. A. ., … Kurniawan, A. A. . (2024). Pengembangan Jalur Wisata Budaya Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto Berbasis Network Strategy. Sewagati, 8(3), 1575–1589. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/851

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama