Branding dan Promosi Pariwisata melalui Inovasi Pengembangan Produk Wisata Berbasis Gastronomi dan Literasi Budaya di Desa Wisata Gunungsari, Kabupaten Madiun
Isi Artikel Utama
Abstrak
Desa Wisata Gunungsari merupakan salah satu desa dengan potensi budaya yang kaya, mencakup kuliner tradisional, artefak sejarah, hingga aktivitas seni dan tradisi lokal. Namun berbagai potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal karena masih rendahnya paparan budaya, kurang efektifnya strategi promosi, serta terbatasnya inovasi produk wisata yang mampu merepresentasikan identitas desa secara menyeluruh. Tantangan ini menegaskan perlunya pendekatan pengembangan yang tidak hanya bersifat top-down, namun juga melibatkan masyarakat sebagai actor utama. Program pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi masalah, pemetaan aset, hingga perencanaan strategi desa wisata berbasis budaya. Pendekatan ini dipilih guna mengintegrasikan aspirasi dan nilai lokal sebagai fondasi keberlanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, program literasi gastronomi ini memperkuat identitas budaya dan inovasi lokal untuk mewujudkan Desa Wisata Gunungsari sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang partisipatif.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Setiawan D. Analisis Strategi Branding Desa Wisata Gunungsari Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Dalam Mewujudkan Kampung Budaya Berbasiskan Budaya Jawa. Phd diss., Universitas Muhammadiyah Ponorogo; 2021.
2. Priambodo AB, Faizah NI, Dangin BS, Perez CH. Rajamangsa Mantyasih: Reconstruction of Royal Cultural Heritage as an Attraction of Gunungsari Tourist Village. ITJ 2025;2(2):117–132.
3. Wahyuni I, et al. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan Sampah dalam Rangka Optimalisasi Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Madiun. Veteran Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2023;4(1):21–38.
4. Wijaya CI. Menapak Jejak Kuliner dalam Upaya Merekonstruksi Kehidupan Manusia Era Klasik dan Perannya Bagi Masyarakat Sekarang. Artefak Media Komunikasi Arkeologi 2021;36(1).
5. Kotler P, Keller KL. Marketing Management. 15th ed. Pearson Education; 2016.
6. Hackley C. Advertising and Promotion: Communicating Brands. London: SAGE; 2008.
7. Wilkins J, Hill S, Stockley P. Archestratus: Fragments from The Life of Luxury. Totnes: Prospect Books; 2011.
8. Santich B. The Study of Gastronomy: A Catalyst for Cultural Understanding. The International Journal of the Humanities 2007;5(6):53–58.
9. Brillat-Savarin JA. The Physiology of Taste. Philadelphia: Lindsay & Blakiston; 1854.
10. Rosyadi YF. Representasi Gastronomi Indonesia Pada Masyarakat Modern dalam Novel Aruna dan Lidahnya. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran 2020;15(23).
11. Lin MP, Marine-Roig E, Llonch-Molina N. Gastronomy as a Sign of the Identity and Cultural Heritage of Tourist Destinations. Sustainability 2021;13(22).
12. Hidayatullah A, Ali M, Pahrudin P. Kolaborasi Pentahelix Dalam Membangun Desa Wisata Berbasis Masyarakat. JPEK 2023.
13. Abdillah L, et al. Pemberdayaan Komunitas Lokal Dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh 2023;4(2):357–371.
14. Adnan RS, Firdaus F, Hardjosoekarto S. Transformation a Poor Village into a Prosperous Tourist Destination in Indonesia. IJSDP 2024;19(1):355–363.
15. Chambers R. The Origins and Practice of Participatory Rural Appraisal. World Development 1994;22(7):953–969.
16. Kristianto K, Zuwanita CS. Village Driven Development Approach in Fish Waste MSMEs Empowerment Program. Indonesian Journal of Community Engagement 2022;8(4):205.